Berita Manado

Cerita Sian Vong, 28 Tahun Jadi Pelatih Barongsai, Rangkul Anak-anak dan Bebaskan Iuran

Menjelang tahun baru Imlek yang dirayakan umat Tionghoa, barongsai sudah dipersiapkan akan tampil, Jumat (24/1/2020)

Cerita Sian Vong, 28 Tahun Jadi Pelatih Barongsai, Rangkul Anak-anak dan Bebaskan Iuran
Tribun Manado / Fistel Mukuan
Siang Vong 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjelang tahun baru Imlek yang dirayakan umat Tionghoa, barongsai sudah dipersiapkan akan tampil, Jumat (24/1/2020).

Acara perpisahan tahun umat Tionghoa ini dipusatkan di depan klenteng klenteng Ban Hing Kiong jalan D I Panjaitan, Calaca, Wenang, Manado, Sulawesi Utara.

Sian Vong sebagai pelatih Barongsai sudah 28 tahun menjadi pelatih barongsai dari tahun 1992.

"Dulu kita dilarang orangtua untuk mengajarkan kepada orang pribumi, tapi karena budaya dan tradisi harus dikembangkan, pada zaman itu anak-anak Tionghoa sedikit," kata Sian.

Kisah Ryan Pemain Barongsai, Pernah Cedera Parah, Jatuh Kepala Belakang Lebih Dulu

Tapi ia mengambil jalan, tarik anak-anak pribumi yang suka latihan ikut barongsai lalu banyak yang ikut.

"Dengan dirangkulnya anak-anak, saya bebaskan iuran, yang terpenting niatnya untuk bermain," tambahnya.

Ia juga ceritakan awal mula membangun barongsai banyak kendalanya.

Dengan dibuatnya barongsai pribumi, timbullah kendala dari keluarga anak-anak ini, orangtua mereka tidak ingin karena dari pandangan mereka barongsai ini diluar ajaran agama.

Virus Corona Berpotensi Masuk Sulut, Dinkes Imbau Masyarakat Jangan Panik, Ini Langkah Antisipasi

"Ada orangtua yang bilang jangan bermain itu, karena bertentangan dengan agama dan itu menyembah berhala," ungkapnya.

Tapi ia memberikan keterangan kepada anak-anak ini, barongsai bukan berhala tapi olahraga.

Di dalam klenteng ada dua yang pertama barongsai sembayang dan yang satu barongsai olahraga. Barongsai sembayang tidak bisa keluar sembarangan di jalan dan hanya mempunyai hari khusus.

Sulut United Vs Persmin Minahasa bakal Lakoni Laga Amal Korban Banjir Bandang Sangihe

Tetapi yang barongsai yang ditampilkan ini adalah olahraga yang sembarang tempat bisa.

Sampai sekarang ini anak-anak yang berlatih dari hasil jerih payah mereka ada hasil angpao dan bisa dikata mereka terjamin.

Setiap olahraga ada risiko, tapi dalam latihan kita sudah antisipasi agar risikonya lebih kecil lagi.

"Saat anak ini cilaka dan sakit berat kita biayai ke dokter, kalau tidak terlalu berat dibawa ke tukang pijat ada biayanya lagi," tutupnya.(fis)

Seorang Pemuda Bolmong di Cina Alami Sakit Mirip Gejala Virus Korona

Penulis: Fistel Mukuan
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved