Wabah Corona Virus Jenis Baru yang Mematikan, 200 Orang Asia Terinfeksi, Bisa Menular Antar Manusia
Analisis statistik berdasarkan orang yang terinfeksi di dalam maupun luar China, mungkin jumlah yang terinfeksi sebenarnya lima sampai 11 kali lipat
Virus corona pertama kali teridentifikasi pada tahun 1960-an. Akan tetapi, virus ini tidak diketahui dari mana asalnya. Umumnya, virus ini menginfeksi hewan dan manusia.
Bhanu Sud MD, seorang spesialis penyakit menular di St. Jude Medical Center di Placentia, California mengatakan corona berarti mahkota.
"Sehingga virus ini tampak seperti mahkota ketika dilihat di bawah mikroskop elektron," ujar Sud melansir Healthline, Selasa (21/1/2020).
Penyebaran virus corona sama seperti flu
Menurut dia, kebanyakan dari virus corona tidak berbahaya. Virus ini biasanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan bagian atas ringan, seperti flu biasa.
"Sebagian besar orang akan terinfeksi virus ini setidaknya sekali dalam hidup mereka," ungkap Sud.
Kendati virus corona dipandang lebih baik, namun Sud menekankan bagi sebagian besar orang yang terinfeksi ini, strain SARS dan MERS jauh lebih serius.
Tingkat kematian orang yang terinfeksi SARS sekitar 10 persen, sedangkan mereka yang terinfeksi MERS tingkat risiko kematiannya mmencapai 30 persen.
"Hanya saja apa yang tidak diketahui saat ini adalah penggolongan virusnya," kata Sud.
Menurut Sud, virus corona pada manusia paling umum menular dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui berbagai cara.
Virus ini dapat menular dengan mudah melalui udara dengan batuk dan bersin.
Namun, bisa juga melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, menyentuh benda dan lain sebagainya.
"Di Amerika Serikat, orang biasanya terinfeksi virus corona pada musim gugur dan musim dingin. Namun infeksinya dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun," jelas Sud.
Kebanyakan orang akan terinfeksi satu atau lebih dari virus corona sepanjang hidupnya.
Sud merujuk pada wabah SARS dan MERS yang penularannya dari kontak hewan ke manusia.