Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wabah Corona Virus Jenis Baru yang Mematikan, 200 Orang Asia Terinfeksi, Bisa Menular Antar Manusia

Analisis statistik berdasarkan orang yang terinfeksi di dalam maupun luar China, mungkin jumlah yang terinfeksi sebenarnya lima sampai 11 kali lipat

Editor: Finneke Wolajan
AFP/NOEL CELIS
Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. 

Para ahli tidak dapat memprediksi bagaimana situasi akan berkembang. Terlalu dini untuk memberi prediksi.

"Kami masih dalam tahap awal wabah. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan otoritas China dan sejumlah ahli untuk mengabarkan perkembangan ke dunia," kata Dr Mike Turner, Direktur Sains Wellcome dalam sebuah pernyataan.

"Perkiraan ukuran wabah masih sulit diprediksi pada tahap awal ini, tetapi jelas masih menyebar. Kita semua lebih khawatir saat ini dibanding tiga hari lalu," ujarnya.

Wuhan adalah kawasan penting di China dengan populasi lebih dari 11 juta orang tinggal di perkotaan.

Selain itu, perayaan Tahun Baru Imlek yang akan datang 25 Januari nanti akan menjadi perhatian yang lebih serius.

Apa Itu Virus Corona?

Ilmuwan China berhasil mengidentifikasi jenis virus yang menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan sebagai virus corona (coronavirus) jenis baru.

Wabah pneumonia misterius di China yang sempat menjadi perhatian dunia.

Lantas, apa itu virus corona?

Virus corona adalah sejenis virus umum yang menyebabkan infeksi pada hidung, sinus atau tenggorokan bagian atas.

Melansir Web MD, Selasa (21/1/2010), sebagian besar dari virus corona tidak berbahaya, namun beberapa tipe sangat serius.

Salah satu tipe yang berbahaya, yakni virus corona tersebut pernah menjadi penyebab meninggalnya 475 orang di Timur Tengah.

Virus tersebut menyebabkan sindrom pernapasan (MERS) Timur Tengah pada 2012 di Arab Saudi.

Kemudian pada 2015, sejumlah orang dilaporkan meninggal akibat sindrom pernapasan akut (SARS) pada 2003.

Biasanya, virus corona menyebabkan gejala pilek biasa yang dapat diobati dengan mudah dengan obat-obatan dan istirahat yang cukup.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved