Berita Manado

Volume Sampah TPA Sumompo Penuh, Ini Harapan Ketua PPI Sulut

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sulut, Henro Kawatak, sentil Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo sudah hampir 99 persen volume penampung full

Volume Sampah TPA Sumompo Penuh, Ini Harapan Ketua PPI Sulut
ISTIMEWA
Ketua PPI Sulut Henro Kawatak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sulut, Henro Kawatak, sentil Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sumompo sudah hampir 99 persen volume penampung penuh.

Kepada Tribun Manado, Rabu (22/1/2020), ia mengatakan, masalah sampah ini sudah menjadi masalah global, apalagi untuk Kota-kota berkembang seperti Kota Manado.

"Tentunya hal ini harus diantisipasi sebaik mungkin, saat ini keberadaan sampah di TPA Sumompo volumenya itu sudah 99 persen, sudah full, lahan disiapkan itu sudah tidak mampu menampung volume sampah yang masuk setiap hari," kata Kawatak.

Menurut mantan Nyong Sulut itu, Pemerintah Kota Manado harus benar-benar cerdas, bagaimana cara menangani sampah tersebut.

Nasdem Survei Pendamping Max Lomban, Ini Nama-nama yang Mencuat

"Contoh di Kota Surabaya, sangat dikenal dengan cara pengolahan sampah sangat tepat, mereka bisa memberdayakan masyarakat dengan cara mengelola sampah dengan baik dan benar. Mereka memilah-milah sampah mana yang bisa didaur ulang mana yang tidak bisa didaur," ujarnya.

Tentunya strategi seperti ini, dikatakannya harus dilaksanakan Pemerintah Kota Manado dalam rangka mengurangi volume sampah.

"Pemerintah Kota Manado bisa menerapkan teknologi tepat guna, mengurangi volume sampah yang ada, sampah menjadi perhatian khusus walikota da wawali Manado, karena Kota yang bersih menandakan masyarakat sehat, tapi kalau kota yang kotor tentunya kesehatan masyarakat dipertanyakan," jelasnya.

Hapus Honorer dan Non PNS, Ini Kata Kaban BKD Manado

Ia mengatakan, pemerintah Kota Manado harus banyak belajar dengan negara-negara yang maju, dimana mereka mengelola sampah dengan teknologi-teknologi tepat guna. Contoh seperti bahan prastik bahan besi bisa dipress sehingga volume bisa berkurang dan didaur ulang kembali.

Sementara bahan organik bisa dipisahkan untuk dijadikan pupuk buat pertanian, apabila pemerintah itu cerdas, mereka bisa membuat semacam UKM yang nantinya akan mengelola sampah tersebut, sehingga volume sampah masuk dan volume sampah keluar itu sedikit.

"Perhatikan dan dengan demikian bisa menghemat keberadaan dari TPA," pungkasnya.(fer)

Sopir Angkot Tikam Remaja Ini Pakai Obeng, Ini Kronologisnya

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved