Heboh Mangga Kelapa di Langowan
Pengakuan Pemilik Mangga Seberat 2 Kg, Awal Mula Bibit hingga Perpaduan Rasa Melon Asam Manis
Buah mangga yang menggantung di tangkai pohon yang hanya setinggi tiga meter itu sempat membuat heboh dunia maya.
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekilas sebuah rumah yang terletak di Desa Amongena tiga jaga tiga, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa itu tampak tidak ada yang spesial.
Rumah yang tepat berada di tikungan itu memiliki cat tembok berwarna merah muda yang hanya memiliki satu lantai.
Di sampingnya terdapat sebuah kios tampak sederhana dengan dekorasi alakadarnya dengan tulisan di dinding kios bernama Kios Rujak Vena.
Kios rujak itu cukup populer di kalangan masyarakat Langowan. Kios rujak ini milik pasangangan suami istri Danny Lumingkewas (53) dan Suvena Bilatula (54).
• VIRAL Mangga Jumbo Tumbuh di Tanah Minahasa, Beratnya Capai 2 Kg, Pemilik Beber Jenis Mangga Apa
• HEBOH, Mangga Jumbo Ukuran 2 Kilogram, Ternyata Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh!
Dari kios itu pula yang menjadi pintu masuk ke sebuah lokasi berdirinya pohon dengan buah yang terbilang cukup unik.
Jika kita masuk ke dalam kios, dari situ tampak sebuah kebun yang ukurannya kira-kira seluas 15x15 meter persegi yang dipenuhi tumbuhan.
Jika kita melihat lebih dekat, maka akan tampak jelas terlihat berbagai macam pohon yang ada di situ, mulai dari pohon pepaya, cabai, mangga dan leilem.
Namun, bila diamati lebih mendetail, akan nampak sebuah pohon yang familiar dengan buah yang juga tidak asing namun dengan ukuran yang tidak biasa.
Di situlah terdapat sebuah pohon mangga yang buahnya berukuran jumbo dengan bobot mencapai 2 kilogram.
• Pesan Velix Sebelum Gantung Diri ke Adiknya: Tolong Titip deng Jaga Kita Pe Anak-anak
• Pengakuan Adik Korban Gantung Diri di Tomohon, Pesan Terakhir Kakaknya Sangat Menyentuh
Buah mangga yang menggantung di tangkai pohon yang hanya setinggi tiga meter itu sempat membuat heboh dunia maya dengan kemunculannya di salah satu akun media sosial.
"Hal itu justru membuat para pengunjung yang mampir kemari tidak hanya membeli rujak tapi juga memotret mangga ini, bahkan ada yang mencicipi rasanya," ungkap Danny Lumingkewas (53) saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, Rabu (22/1/2020).
Danny mengaku tidak tahu kalau mangga yang diperoleh dari Kota Kotamobagu itu akan menjadi seperti sekarang.
“Waktu saya dapat dari teman hanya sebagai bibit, jadi tidak ada tanda-tanda keunikan dari mangga ini," tandasnya.
• Bangunan Pasar Kuliner Sudah Berdiri Tapi Belum Dipakai, Ini Kata Kadis Herman Aray
Sedapatnya bibit itu sejak tiga tahun lalu, Danny merawat pohon mangga itu seperti biasa dan tidak ada perlakuan khusus seakan hanya dibiarkan tumbuh.
Hasilnya, tampak ukuran yang cukup mengagetkan sang pemilik.
"Awalnya kami tidak menyangka kalau buahnya akan menjadi seperti ini," kata Danny.
Dari hasil mangga yang unik itu, Danny bersama istrinya mulai memanfaatkan buah tersebut untuk dihidangkan dalam menu ‘Mangga Teto’ jualan mereka.
• Ahli Waris Terminal BBM Bitung Minta Pertolongan, Presiden, Ahok dan Dirut Pertamina
Selain itu, Danny juga sedang berupaya melakukan pencangkokan batang pohon hingga bisa dibuat bibit yang nantinya akan menjadi bisnis sampingan penjualan bibit mangga miliknya.
Untuk rasa buah mangga itu terbilang cukup unik juga, ada campuran rasa melon dan mangga serta asam manis yang sangat dominan.
Danny mengaku, sejumlah kerabatnya yang juga memiliki hobi bercocok tanam mangga mengatakan baru pertama kali melihat mangga miliknya, mereka pun menamai mangga itu dengan sebutan Mangga Kelapa. (eas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengakuan-pemilik-mangga-seberat-2-kg-di-minahasa.jpg)