Skandal Jiwasraya
Dugaan Keterlibatan Manajer Investasi di Korupsi Jiwasraya, Jaksa Agung: Dalam Pengembangan
Dugaan keterlibatan manajer investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam kasus dugaan suap pada perusahaan pelat merah tersebut masih ditelusuri.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dugaan keterlibatan manajer investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam kasus dugaan suap pada perusahaan pelat merah tersebut masih ditelusuri Kejaksaan Agung.
Hal itu sebagaimana yang diungkap Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2020).
"Masih dalam pengembangan ke arah situ," ujar Burhanuddin
Saat ditanya lebih lanjut apakah peluang keterlibatan manajer investasi itu ada, ia tidak menutup kemungkinan itu.
Menurut Burhanuddin, kemungkinan akan selalu ada.
"Ya kalau peluang, pasti selalu ada," tambah dia.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung memeriksa sejumlah direktur terkait kasus dugaan korupsi Jiwasraya, Rabu ini.
Total saksi yang diperiksa Kejaksaan Agung hari ini sebanyak sembilan orang.
"Sembilan orang saksi menghadiri panggilan Kejagung hari ini," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono ketika dihubungi Kompas.com, Rabu.
Para saksi yang hadir antara lain, Direktur Maxima Integra Joko Hartono, Direktur Utama PT Ciptadana Securities Ferry Budiman, Direktur Milenium Capital Management Fahyudi Djaniatmadja.
Kemudian, dua direktur PT GAP Asset Management, yaitu Muhammad Karim dan Soehartanto.
Lalu, Direktur Utama PT Jasa Capital Management Rudolfus Pribadi Agung Sujagad, Koordinator Marketing PT OSO Manajemen Investasi Ita Puspo, mantan Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya Lusiana, dan mantan Kepala Divisi Investasi 2009 PT Asuransi Jiwasraya Dony S Karyadi.
Sejauh ini, Kejagung sudah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus Jiwasraya.
Kelima tersangka itu yaitu, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo.
Kemudian, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.