Serangan Rudal Tewaskan 5 Warga Suriah

Serangan udara yang disebut dilakukan sekutu rezim Suriah, Russia, menewaskan 5 warga sipil di benteng pertahanan oposisi barat laut

Serangan Rudal Tewaskan 5 Warga Suriah
AFP/DELIL SOULEIMAN
Ilustrasi. Asap tebal menguar dari benteng terakhir ISIS di desa Baghouz pada 18 Maret 2019. ISIS dilaporkan terdesak di tepi Sungai Eufrat setelah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang ditopang koalisi AS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, DAMASKUS – Serangan udara yang disebut dilakukan sekutu rezim Suriah, Russia, menewaskan 5 warga sipil di benteng pertahanan oposisi barat laut negara tersebut. Empat orang di antaranya adalah satu keluarga.

Dikutip dari AFP, Minggu (19/1/2020), kelompok Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan 3 anak-anak termasuk dalam korban tewas dalam serangan pada Jumat malam di desa Bala, wilayah Idlib yang dikelola jihadis.

Adian Sebut Tak Ada Debat Satgas-KPK: Putar Rekaman CCTV di Kantor PDIP

"Seorang pria, istrinya dan dua gadis kecil mereka jadi korban tewas," kata kepala kelompok yang berbasis di Britania Raya itu, Rami Abdel Rahman.

Koresponden AFP di rumah sakit area tersebut menyaksikan jasad dua anak-anak yang dibungkus selimut tebal musim dingin. Koresponden itu mengatakan serangan tersebut menciptakan kawah reruntuhan besar di dekat rumah berlantai dua. Seorang petugas penyelamat menemukan boneka mainan di dalam gedung itu.

Kelompok pemantau yang mengandalkan sumber di dalam Suriah untuk mendapatkan informasi mengatakan mereka memastikan siapa yang bertanggung jawab atas serangan udara itu berdasarkan pola penerbangan serta pesawat dan juga amunisinya.

DataPrint Sediakan Beasiswa Pelajar-Mahasiswa: Untuk 500 Orang Lolos Seleksi

Pada Kamis lalu, Rusia telah membantah telah meluncurkan operasi tempur di wilayah tersebut sejak dimulainya gencatan senjata yang disebut dimulai sejak 9 Januari.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia akan membahas serangan terbaru di barat laut Suriah pada hari Minggu dengan Vladimir Putin. Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan menggusur lebih dari setengah populasi negara itu sejak dimulai pada 2011 dengan penindasan brutal terhadap unjuk rasa anti-pemerintah. 

Gambar yang diambil pada 24 Oktober 2018 memperlihatkan sebuah kendaraan yang terbakar setelahi dihantam rudal dari jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi. Koalisi menggelar serangan udara ke Hodeida, Yaman, untuk merebut kota tersebut dari kelompok Houthi. Gambar yang diambil pada 24 Oktober 2018 memperlihatkan sebuah kendaraan yang terbakar setelahi dihantam rudal dari jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi. Koalisi menggelar serangan udara ke Hodeida, Yaman, untuk merebut kota tersebut dari kelompok Houthi.
Gambar yang diambil pada 24 Oktober 2018 memperlihatkan sebuah kendaraan yang terbakar setelahi dihantam rudal dari jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi. Koalisi menggelar serangan udara ke Hodeida, Yaman, untuk merebut kota tersebut dari kelompok Houthi. Gambar yang diambil pada 24 Oktober 2018 memperlihatkan sebuah kendaraan yang terbakar setelahi dihantam rudal dari jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi. Koalisi menggelar serangan udara ke Hodeida, Yaman, untuk merebut kota tersebut dari kelompok Houthi. ((AFP/ABDO HYDER))

60 Personel Militer Yaman Jadi Korban

Kelompok al Houthi dukungan Iran menyerang kamp pelatihan militer di Kota Marib Yaman pada Sabtu, menewaskan 60 personel militer dan melukai puluhan orang lainnya, menurut stasiun TV pemerintah Saudi, Sabtu malam.

Stasiun TV Al Ekhbariya yang mengutip sejumlah sumber, melaporkan serangan tersebut melibatkan rudal balistik dan pesawat nirawak. Perang proksi antara Iran dan Arab Saudi berkecamuk di Yaman.

PDI Perjuangan Incar Segitiga Emas Sulut

Koalisi pimpinan Arab Saudi campur tangan di Yaman pada 2015, guna memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang digulingkan dari kekuasaannya di ibu kota Sanaa oleh al Houthi. Walhasil, markas mereka pun kini berpindah ke kota pelabuhan selatan Aden.

Al Houthi, yang menguasai Sanaa dan sebagian besar pusat kota Yaman, membantah menjadi boneka Iran dan mengklaim sedang memerangi sistem yang korup. Kelompok al Houthi tidak langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan Sabtu. (Tribun/kps/ant)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved