Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada 2020

Berniat Maju Pilkada 2020, Ini Alasan Keluarga Besar Presiden Joko Widodo Maju

Keluarga besar Presiden Joko Widodo yang memutuskan maju di Pilkada 2020 menjadi sorotan banyak pihak. Berikut alasan mereka memilih untuk maju.

Editor: Isvara Savitri
Twitter @gibran_rakabuming
Jelang mendaftar sebagai Calon Wali Kota Solo 2020, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pidato politiknya untuk yang pertama kali di halaman Graha Saba Buana, Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Kamis (12/12/2019). (Twitter @gibran_rakabuming) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 akan diselenggarakan sebentar lagi.

Dari sekian banyk tokoh, keluarga besar Presiden Joko Widodo yang memutuskan untuk meramaikan pesta demokrasi tersebut menjadi sorotan banyak pihak.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, sedikitnya ada empat keluarga Jokowi yang akan ikut bertarung dalam Pilkada nanti.

Sejumlah nama keluarga Jokowi yang muncul itu di antaranya adalah Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, Wahyu Purwanto, hingga Doli Sinomba Siregar.

Lantas apa alasan keluarga besar Jokowi itu tertarik terjun di dunia politik.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Gibran Rakabuming Raka

Putra sulung Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka awalnya merupakan sosok yang anti politik.

Bahkan, sebelumnya ia mengaku tidak tertarik terjun ke politik seperti bapaknya karena ingin fokus menggeluti bisnis yang ditekuninya.

Seperti diketahui, suami dari Selvi Ananda itu memiliki beragam bisnis kuliner yang dijalankan.

Seperti katering Chilli Pari, Markobar, Goola, Mangkok Ku, dan lainnya.

Namun belakangan, ia justru berubah pikiran. Dan menunjukan keseriusannya untuk maju dalam Pilkada Kota Solo, Jawa Tengah, pada 2020 nanti.

Alasannya tertarik terjun di politik, karena ingin membantu masyarakat melalui kebijakan politik yang akan dilakukan.

"Beberapa tahun terakhir ini saya mulai bertemu banyak orang. Saya beranggapan bahwa kalau begini-gini terus, orang yang bisa saya bantu itu cuma ya begini-gini saja," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/11/2019).

"Misal saya punya CSR. Saya punya les Inggris gratis muridnya sudah ribuan. Kalau saya cuma jadi pengusaha, yang bisa saya bantu cuma ribuan saja. Kalau saya bisa masuk politik, yang bisa saya bantu ya kalau di Solo 600.000 orang melalui kebijakan saya," kata dia.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved