Tuntut Anies Mundur

Dewi Tanjung Ditegur Presenter Ketika Geram ke Relawan Anies, Kena Skakmat Gara-gara Lakukan Hal Ini

Dalam perdebatan itu, Dewi Tanjung sempat diberi teguran oleh presenter. Ada apa?

Dewi Tanjung Ditegur Presenter Ketika Geram ke Relawan Anies, Kena Skakmat Gara-gara Lakukan Hal Ini
KompasTV Live/YouTube
Dewi Tanjung. 

"Terus nomor tujuh, terus keluar, versi EDB loh, versi Bank Dunia ini loh," katanya.

Jakarta yang keluar dari 10 besar dianggapnya sebagai sebuah prestasi.  

"Nah itu sebuah prestasi, nah prestasi itu tidak diukur dari seorang Pak Ferdinand dibandingkan ADB, ADB ini kan besar, kan ditertawakan kalau tidak ada pengaruhnya dengan kemacetan, padahal ADB mengatakan itu sebuah prestasi," jelas Haikal.

"Ya orang akan pasti mengambil pendapat ADB lah, bukan Bang Ferdinand," imbuhnya.

Kemudian, Ferdinand mengatakan bahwa yang merasakan kemacetan itu warga Jakarta bukan ADB.

"Bukan seperti itu, jadi begini yang hidup di Jakarta ini adalah warga Jakarta bukan ADB. ADB itu kan mengukur dari indikator-indikator mereka riset di lapangan," kata Ferdinand.

Haikal kekeh bahwa kemacetan di Jakarta itu benar-benar berkurang.

"Tapi kita juga ngerasain jauh, beda jauh, kemacetannya mulai berkurang dong Bang," tegas Haikal.

"Kalau dibilang beda jauh tidak juga, kalau dibilang ada berkurang itu betul," sangkal Ferdinand.

"Berkurang itu sebuah prestasi," kata Haikal lagi.

Namun, Ferdinand mengatakan dirinya mempermasalahkan kebijakan ganjil genap.

Menurutnya kebijakan itu merugikan masyarakat.

Ferdinand Hutahaen Skakmat Haikal Hassan dengan Kata Ini Sampai Terdiam
Ferdinand Hutahaen Skakmat Haikal Hassan dengan Kata Ini Sampai Terdiam (Talk Show tvOne Capture Youtube)

"Yang saya pertanyakan adalah kerugian yang akan diderita masyarakat karena mobilnya harus keluar dengan tanggung-tanggung dengan adanya ganjil genap."

"Seperti saya yang punya mobil satu, Babe mungkin mobilnya dua yang platnya ada yang ganjil ada yang genap ndak masalah," kritik Ferdinand.

Haikal menjawab, pengalihan agar masyarakat menggunakan public transportation itu justru bagus.

"Lah saya beli satu. public transportation masalahnya masih di jalan raya," kritik Ferdinand.

"Justru mau dialihkan ke public transportation yang bagus," jawab Haikal lagi.

Ferdinand tidak setuju lantaran fasilitas public transportation itu justru membuat pengeluaran lebih tinggi.

Apalagi masyarakat yang rumahnya jauh dari halte.

"Biaya tinggi akhirnya transportasi yang dikeluarkan masyarakat swasta mungkin yang harus bekerja pagi, dari rumah dia tidak bisa bawa mobil dia harus memesan mungkin ojek online atau apa dia bertambah."

"Sementara ada jalan-jalan atau cara-cara lain untuk menyelesaikan," kata Ferdinand.

Haikal masih menyangkal dan menilai bensin itu lebih mahal.

Namun, ia terdiam ketika Ferdinand menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang rumahnya jauh dari halte bus.

"Bensin lebih mahal daripada public transportasion bang," kata Haikal.

"Oh tidak," jawab Ferdinand.

"Public transportation itu murah, cuma delapan ribu perak," ungkap Haikal lagi.

"Cuma delapan ribu perak dari halte busway, Babe harus tahu berapa keluar untuk bayar ojek," balas Ferdinand

Kemudian, Haikal tampak hanya tersenyum dan tak berkata-kata lagi.

Lihat videonya mulai menit ke-21:10

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Rocky Gerung Beberkan Penunggang Demo Tuntut Anies Mundur, Pendemo Dimanfaatkan Untuk Hal Ini

Editor: Frandi Piring
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved