Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kemenkes Perketat Bandara dan Pelabuhan: Antisipasi Virus Misterius dari China

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat penjagaan di semua pintu masuk ke Indonesia, baik di bandara maupun pelabuhan.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Kepala RSPAD Gatot Soebroto, dr Terawan Agus Putranto 

Data KBRI Beijing mencatat ada 428 WNI di Provinsi Hubei yang seluruhnya berstatus mahasiswa. Dari keseluruhan WNI itu, sekitar 200 di antaranya tinggal di Wuhan dan menempuh pendidikan di delapan universitas berbeda.

Meski demikian, KBRI Beijing memastikan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban wabah penyakit tersebut. Namun, mereka tetap membuka layanan kekonsuleran bagi WNI di China.

Menyebar ke Thailand

Di sisi lain WHO juga mengonfirmasi bahwa virus dari keluarga yang sama dengan SARS ini sudah menyebar ke Thailand. Menurut laporan Reuters, para pejabat di Thailand melaporkan bahwa seorang pelancong dari kota Wuhan, China, dirawat di sebuah rumah sakit di Thailand karena virus tersebut.

Turis teridentifikasi sebagai perempuan berusia 61 tahun tersebut dikabarkan mulai merasa tak enak badan sejak kedatangannya di Bandara Suvarnabhumi Bangkok, pada Minggu (12/1) lalu.

Jerry-Adrian Masuk Pengurus DPP Golkar: Lodewijk Tetap Jabat Sekjen

Setelah dilakukan serangkaian tes laboratorium, turis tersebut dinyatakan terkontaminasi virus korona.  Turis tersebut kemudian dirawat di bangsal isolasi di fasilitas kesehatan di luar Bangkok dan dalam keadaan lebih baik.

Selain turis perempuan itu, delapan orang lain dengan gejala yang sama di rawat di fasilitas tersebut. Meski pada akhirnya, tes laboratorium menunjukan bahwa pasien negatif virus tersebut.

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Anutin Charnvirakul, mengatakan bahwa ini bisa jadi kasus pertama pneumonia misterius tersebut di luar China. "Kemungkinan kasus yang diidentifikasi di negara lain tidak terduga, dan memperkuat alasan WHO menyerukan pemantauan aktif dan kesiapsiagaan di negara lain.

WHO menegaskan kembali bahwa sangat penting investigasi terus dilakukan di China untuk mengidentifikasi sumber wabah ini," kata representatif WHO seperti lansir Time. (tribun network/lrs/sen/dod/cnn)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved