NEWS
TERKINI, Pesawat Ukraina Angkut 180 Penumpang Jatuh di Iran, Tak Lama Setelah Lepas Landas
Pesawat Boeing 737 dari maskapai penerbangan Ukraina dikabarkan jatuh tak lama setelah lepas landas dari Imam Khomeini International Airport
Jerman lebih awal menarik kontingen mereka di Irak. Prajurit Jerman yang bertugas sebagai instruktur ditarik ke Yordania dan Kuwait.
Swedia, Denmark, dan Latvia juga melakukan hal sama mengingat perkembangan situasi yang tidak kondusif di Irak.
Sebaliknya, Pentagon mengirimkan 3.000 prajurit Lintas Udara 82 dari Fort Bragg, North Carolina menuju Kuwait.
Sebagian dikirim ke Lebanon, guna melindungi Kedubes AS di negara yang sebagian dikuasai kelompok Hezbollah Lebanon.
Menyusul reaksi kemarahan Iran, Presiden Trump mengekuarkan serangkaian ancaman serangan lebih kuat ke 52 sasaran penting di Iran, termasuk situs warisan budaya dunia.
Menlu Mike Pompeo dalam pernyataan terbarunya menegaskan, keputusan AS melenyapkan Qassem Soleimani memiliki dasar kuat.
Meski begitu, kalangan Kongres AS menyatakan, Trump tidak melalui proses konstitusional, meminta persetujuan Kongres atas keputusan eksekutifnya membunuh Qassem.
Tanggapan Donald Trump
Serangan Militer Iran kepada terhadap dua fasilitas militer AS di Irak pada Rabu (8/1/2020) pagi WIB, ikut ditanggapi oleh Presiden Amerika Serikat Donal Trump.
Trump mengisyaratkan bahwa serangan itu tak berarti apa-apa lantaran negaranya memiliki militer terkuat di dunia.
Hal ini disampaikan Trump melalui akun twitternya.
"Semuanya baik-baik saja. Rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran ke dua fasilitas militer di Irak. Kini tengah dilakukan analisa kerusakan maupun korban. Sejauh ini tidak ada masalah. Kami memiliki angkatan militer terkuat dan memiliki persenjatan tercanggih di dunia! Saya akan memberikan pernyataan besok pagi," tulisnya.
Serangan Iran ke Pangkalan Militer Amerika Memulai Perang Teluk Ke-4, Berikut Sejarahnya
Perang Teluk adalah perang yang terjadi di kawasan persia karena perselisihan antar negara-negara di kawasan tersebut, yang pada akhirnya melibatkan keberadaan Amerika di sana.
Perang Teluk 1 terjadi antara Irak dan Iran pada tahun 1980-1988. Kemudian berlanjut ke invasi yang dilakukan Irak pada Kuwait pada tahun 1990 yang dikenal sebagai Perang Teluk 2.
• Pemakaman Jenderal Iran Makan Korban, 50 Orang Mati Terinjak-Injak, 200 Orang Terluka