Iran dan Amerika Panas, Indonesia akan Terima Dana Gedung Putih, Luhut: Bisa Beberapa Miliar Dolar
Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ketegangan Amerika Serikat dan Iran tidak akan berdampak pada investasi yang masuk ke Indonesia
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ketegangan Amerika Serikat dan Iran tidak akan berdampak pada investasi yang masuk ke Indonesia.
Terkait investasi, ia mengungkap Indonesia akan menerima kucuran investasi dari perusahaan asal negeri Paman Sam yang berada di bawah kendali Gedung Putih (White House).
Investasi itu akan diterima pada Jumat 10 Januari mendatang.
Hal ini menandakan Indonesia tidak terkena dampak negatif dari memanasnya hubungan geopolitik antara AS dan Iran.
"Besok, kita nanti Hari Jumat, akan terima aliran dana asing masuk dari International Development Finance Corporation Amerika, itu di bawah White House," jelas Luhut di kantornya, Kompleks Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Dana tersebut disiapkan untuk sejumlah proyek yang terkait BUMN.
"Dia akan datang ke mari, bawa uang untuk investasi di BUMN dan juga untuk beberapa proyek yang disiapkan," terang Luhut.
Menurut Luhut, kucuran dana yang diinvestasikan ini memiliki nilai yang sangat besar.
Ia menyebut angkanya bisa mencapai miliaran dolar AS, namun terkait detailnya Luhut menegaskan pihak investor yang akan menyebutkan sendiri.
"Lumayan besar, bisa beberapa miliar dolar (AS). Biar dia yang ngomong sendiri, nanti kita bikin konferensi pers," papar Luhut.
• Hacker Asal Iran Retas Situs Resmi Pemerintahan Amerika Serikat, Ekspresi Donald Trump Jadi Sorotan
Investasi ini akan masuk ke proyek-proyek pembangunan BUMN, mungkin saja proyek jalan tol, pembangunan hotel, hingga rumah sakit.
Saat ini, Menteri BUMN Erick Thohir tengah menyiapkan skema proyek yang dibidik untuk menerima kucuran investasi itu.
"Pak Erick nyiapin ada beberapa (proyek), bisa juga masuk di toll road, bisa juga masuk di hotel-hotel."
"Ada 75 rumah sakit, 80 hotel, itu mau dibikin satu-satu sama Pak Erick, mungkin di situ juga mereka bisa masuk."
"Mungkin juga investasi bisa masuk untuk jalan tol Sumatra, semuanya masih dalam tahap pembahasan.