Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

30 Seismograf Siap Pantau Gempa dan Tsunami di Daerah Ini, Siaga Beri Peringatan Dini

Tony mengatakan awalnya BMKG di Jawa Barat melaksanakan pengamatan gempa bumi dengan seismograf sebanyak 8 unit.

TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Tak Ada Bunyi Alarm, Ini Penjelasan BPBD Terkait Alat Early Warning System Tsunami 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alat Pendeteksi Tsunami di Jawa Barat siaga untuk informasikan Gempa dan Tsunami.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan Jawa Barat memiliki total 30 seismograf yang dapat mendeteksi getaran gempa sekaligus potensi tsunami di pantai utara dan selatan Jawa Barat.

Tony mengatakan awalnya BMKG di Jawa Barat melaksanakan pengamatan gempa bumi dengan seismograf sebanyak 8 unit.

Kemudian pada 2019 bertambah 22 unit seismograf dan semuanya sudah beroperasi.

"Jadi total 30 seismograf beroperasi dengan baik untuk mengamati gempa bumi tektonik," kata Tony melalui ponsel, Senin (6/1/2020).

Sejak 2017, Kemenlu Lakukan Pendampingan Hukum Kasus Reynhard Sinaga, Ini Penjelasannya

Bayi yang Lahir di Bulan Januari Seperti Anak Ahok Disebut Akan Jadi Sosok Pemimpin, Benarkah?

Puput Nastiti Devi Disarankan Tak Menangis untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Usai Operasi Sesar

Tony mengatakan jika gempa tersebut terdeteksi berpotensi tsunami, maka segera pihaknya langsung menyebarkan Info Peringatan Dini Tsunami kepada masyarakat, melalui berbagai moda komunikasi, mulai dari SMS, aplikasi di handphone info BMKG atau WRS BMKG, Jaringan WRS DVB di tiap Kantor BPBD, media sosial, dan website resmi.

"Deteksi tsunami adalah dengan seismograf, alat untuk merekam gempa yang menjadi pemicu tsunami," tuturnya.

Walaupun pengabaran informasi dari BMKG selalu up to date melalui berbagai kanal informasinya, katanya, masyarakat diminta tetap siaga bencana jika gempa bumi dirasakan di kawasan pantai.

Jika masyarakat di pantai merasakan gempa yang kuat atau getaran dengan durasi lebih dari 30 detik, ujarnya, maka diharap segera menjauh dari pantai atau menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

"Ini disebut Evakuasi Mandiri. Karena jeda waktu yang singkat antara dirasakannya gempa dan datangnya gelombang tsunami, yaitu sekitar 30 menit," katanya.

Raffi Ahmad Bagikan Potret Mesra Luna Maya dan Ryochin, Tanggapan Adik Syahrini Jadi Sorotan

Saat ini di Jawa Barat, menurut Tony, telah beroperasi dengan kondisi baik sebanyak 30 seismograf.

Sehingga BMKG bisa dengan cepat menyampaikan informasi gempa dan potensi tsunami, yaitu 5 menit setelah kejadian gempa.

Mengenai beberapa sistem peringatan dini tsunami atau early warning system di sejumlah titik di Jabar yang dilaporkan mengalami kerusakan, kata Tony, alat tersebut adalah sirene informasi tsunami dan bukan milik BMKG.

Namun saat BPBD Jabar melalui Kepala Pusdalops BPBD Jabar Budi Budiman dimintai konfirmasinya mengenai sistem peringatan dini tsunami yang rusak tersebut, dirinya menyatakan alat tersebut pun bukan milik BPBD

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id

Subscribe Youtube Tribun Manado Official

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved