NEWS

Sejak 2017, Kemenlu Lakukan Pendampingan Hukum Kasus Reynhard Sinaga, Ini Penjelasannya

Judha Nugraha menyatakan pihaknya telah memberikan bantuan kekonsuleran kepada Reynhard Sinaga di Inggris pada 2017

Sejak 2017, Kemenlu Lakukan Pendampingan Hukum Kasus Reynhard Sinaga, Ini Penjelasannya
(CCTV GREATER MANCHESTER POLICE via BBC)
Reynhard Sinaga tampak dari CCTV sering keluar dari apartemennya lewat tengah malam untuk mencari sasaran, kata polisi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Fakta baru kembali terungkap dalam kasus pemerkosaan pria yang dilakukan Warga Negara Indonesia ( WNI) bernama Reynhard Sinaga.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri ( Kemenlu) Judha Nugraha menyatakan, pihaknya telah memberikan bantuan kekonsuleran kepada Reynhard Sinaga, WNI yang dikabarkan menjadi pelaku pemerkosaan di Inggris.

Kemenlu memberikan pendampingan sejak kasus tersebut diproses oleh otoritas di Inggris pada 2017.

"Fungsi pendampingan kekonsuleran telah dilakukan demi memastikan yang bersangkutan mendapatkan hak-hak hukum sesuai peraturan yang berlaku di negara setempat," kata Judha melalui pesa singkat, Selasa (7/1/2020).

"KBRI London telah melakukan penanganan kasus WNI atas nama Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga sejak tahun 2017-2020," ujar dia.

Puput Nastiti Devi Disarankan Tak Menangis untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Usai Operasi Sesar

Judha menambahkan, proses persidangan berlangsung dalam empat tahap.

Namun, pada persidangan terakhir pada Senin (6/1/2020), hakim memutuskan menjatuhkan hukuman penjara 30 tahun.

Berdasarkan fakta persidangan selama empat tahap, Reynhard Sinaga telah dinyatakan terbukti bersalah atas 159 dakwaan.

"Dengan rincian tindak pemerkosaan sebanyak 136 kali, usaha untuk pemerkosaan sebanyak delapan kali, kekerasan seksual sebanyak 13 kali, dan kekerasan seksual dengan penetrasi sebanyak dua kali," kata Judha.

Hakim Suzanne Goddard dalam putusannya pada Senin (06/01) dilansir BBC Indonesia menyebutkan, Reynhard "sama sekali tidak menunjukkan penyesalan" dan "tidak mempedulikan kondisi korban" ketika melakukan aksinya.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved