Breaking News:

Banjir dan Tanah Longsor di Sangihe

Cerita Yuniwan Budiman Selamat dari Banjir Bandang, Bawa Satu Keluarga ke Atas Pohon Nangka

saya melihat pohon nangka itu kuat, dan saya membawa keluarga saya di situ, sehingga mereka terdiam di atas pohon nangka

Penulis: | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Jufry Mantak
Yuniwan Budiman 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hidup jika mengandalkan Tuhan, pasti ada keselamatan.

Demikian diungkapkan lelaki bernama Yuniwan Budiman (35), salah satu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kepada tribunmanado.co.id, Senin (6/1/2020) tadi, mengatakan, dia bersama kedua orangtuanya dan satu adiknya, diselamatkan oleh Tuhan saat banjir bandang.

"Waktu itu, pagi hari saya dan keluarga saya berada di dalam rumah, dan tiba-tiba kami melihat sudah ada air yang mulai masuk di dalam rumah," ujarnya.

Gereja Berdiri Kokoh Walaupun Diterpa Banjir Bandang

Katanya, waktu itu, belum terjadi banjir bandang. Namun, beberapa saat kemudian, mereka melihat air banyak mulai masuk di dalam rumah.

"Saya menyuruh ayah, ibu dan adik saya untuk keluar dari rumah, karena saya melihat air sudah sekitar satu meter lebih," ungkapnya.

Lanjutnya, orangtua dan adik saya terus bertahan di dalam rumah, dan saat itu saya sedang menahan pintu dapur agar air tidak masuk lewat pintu itu.

Ibadah Natal Rukun Kace Kai Ang, Pdt Weken: Teladani Yesus, Jauhi Iri Hati dan Dengki

"Tiba-tiba saya melihat dapur rumah kami sudah hilang. Di situ, saya langsung keluar dari pintu depan, dan melihat, di luar ternyata sudah banjir bandang," ucapnya.

Dikatakannya juga, kepanikan tidak ada dalam dirinya, dia bersama keluarga terus teriak nama Tuhan, agar bisa menolong mereka.

"Saat itu, rumah kami mulai bergoyang, seakan hampir terseret banjir bandang. Sayapun keluar lewat pintu depan, dan menerobos arus banjir bandang itu, dan menarik orangtua saya, bersama adik saya, untuk naik di atas pohon nangka di depan rumah," akunya.

Cerita Ibu Korban Banjir di Desa Lebo, Terseret Air ke Laut, Tuhan Tolong, Saya Belum Siap Meninggal

Lanjutnya, saya melihat pohon nangka itu kuat, dan saya membawa keluarga saya di situ, sehingga mereka terdiam di atas pohon nangka, sambil melihat banjir bandang yang menerjang Desa Lebo.

"Tuhan itu memang baik. Setelah banjir bandang selesai, keluarga saya baru bisa turun dari pohon nangka dengan selamat," ujarnya. (Juf)

Ria Irawan Menderita Kanker Selama 10 Tahun, Benarkah Penderita Kanker Tak Bisa Pulih 100 Persen?

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved