News

Tahun Ini Cukai Rokok Naik 23 Persen, Ternyata Presiden Joko Widodo Sudah Teken Sejak 2015

Kenaikan cukai rokok ini merupakan hasil rapat pada September 2019 lalu yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan

Tahun Ini Cukai Rokok Naik 23 Persen, Ternyata Presiden Joko Widodo Sudah Teken Sejak 2015
Kontan.co.id/ Muradi
Kenaikan harga rokok per 1 Januari 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tahun 2020, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menetapkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen.

Awal tahun 2020 dibuka dengan kenaikan beberapa tarif atau harga, satu di antaranya adalah harga rokok.

Per Rabu, 1 Januari 2019 kenaikan cukai rokok telah efektif dan resmi diberlakukan pemerintah.

Kenaikan cukai rokok ini merupakan hasil rapat pada September 2019 lalu yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Persentase Kenaikan Tarif Cukai Rokok, Dinaikkan Presiden Jokowi Sejak 2015 Hingga 2020

Dalam rinciannya, rata-rata kenaikan tarif CHT tahun 2020 sebesar 21,55 persen.

Sementara tarif CHT Sigaret Kretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29 persen.

Lalu, Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95 persen dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan naik 12,84 persen.

Sedangkan jenis produk tembakau seperti rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, tembakau iris, dan cerutu tidak mengalami kenaikan tarif cukai.

Besaran cukai rokok rupanya telah mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir.

Halaman
1234
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved