Breaking News:

Banjir Bandang di Lebo Sangihe

Pemprov Sulut Kirim Beras hingga Tikar untuk Korban Banjir Bandang Lebo Sangihe

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut mengirimkan bantuan kebutuhan dasar untuk warga korban maupun yang terdampak.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rhendi Umar
Humas Pemprov Sulut
Pemprov Sulut Kirim Beras hingga Tikar untuk Korban Banjir Bandang Lebo Sangihe 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi ( Pemprov) Sulawesi Utara ( Sulut) bergerak cepat membantu penanganan korban bencana banjir bandang di Desa Lebo, Manganitu, Kepulauan Sangihe, Jumat (03/01/2019).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut mengirimkan bantuan kebutuhan dasar untuk warga korban maupun yang terdampak.

"Bantuan segera dikirim lewat kapal laut, malam ini," ujar Kabag Humas Pemprov Sulut, Chrestian Iroth, Jumat petang.

Katanya, bantuan diberangkatkan via laut dari Pelabuhan Manado.

Gubernur Anies Baswedan Sebut Anak-anak Senang Bermain Banjir: Mau Berenang Katanya

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, Joi Oroh mengatakan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw menginstruksikan pihaknya untuk bergerak cepat dalam tanggap bencana, termasuk menyalurkan bantuan bagi korban bencana.

“Ini bantuan awal Pemprov Sulut agar masyarakat yang terdampak bencana di Sangihe bisa terbantukan,” tuturnya

Pemprov Sulut Kirim Beras hingga Tikar untuk Korban Banjir Bandang Lebo Sangihe
Pemprov Sulut Kirim Beras hingga Tikar untuk Korban Banjir Bandang Lebo Sangihe (Humas Pemprov Sulut)

Bantuan yang disalurkan berupa beras, ikan kaleng, gula pasir, mi instan, matras, selimut dan tikar plastik.

Diketahui akbiat cuaca ekstrim, hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, membuat setidaknya kurang lebih 80 kepala keluarga mengungsi akibat banjir bandang.

Dari data sementara BPBD Kabupaten Kep. Sangihe,  terdapat korban jiwa 3 orang.

Sementara 6 orang dirawat di rumah sakit Tahuna.

Sedangkan Korban yang mengungsi sebanyak 80 orang ditempatkan di rumah penduduk dan gedung gereja.

Sementara BPBD, SAR, TNI, Polri, relawan dan masyarakat terus melakukan penanganan pada tempat kejadian bencana.

Di tempat itu juga telah dibentuk Posko Tanggap Darurat Bencana.

Bupati Sangihe: Akses Sudah Terbuka, 80 KK Mengungsi, 3 Orang Meninggal Dunia

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ghagana memberikan keterangan mengenai bencana banjir bandang menerjang di Kampung Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).

Dikutip dari wawancara RRI yang dibagikan di media percakapan WhatsApp pada grup SAR Provinsi Sulut.

Bupati Sangihe mengatakan, jalan darat akses Desa Sosiung dengan Desa Lebo sudah terbuka.

Lanjutnya, yang paling parah (kerusakan) yaitu yang ada di Desa Lebo.

"Di Desa Lebo kondisinya sekian banyak rumah hanyut dan ada 3 orang yang menjadi korban meninggal dunia," kata Jabes Ghagana, Bupati Kepulauan Sangihe, Jumat (03/01/2020)

Selain itu, ada 6 luka-luka yang sekarang dirawat di rumah sakit dan Puskesmas Manganitu.

"Untuk korban meninggal yang satu sudah ditemukan dan dua korban masih tertimbun longsor," jelasnya.

Sementara saat ini masih dicari yang dua orang tertimbun longsor di Desa Lebo.

Dan ada beberapa titik bencana longsor di Desa Lebo.

Air Mata Warga Iringi Kepergian Pendeta Imelda Tamutu, John: Saya Merasa Sangat Kehilangan

Kalau di Desa Lebo yang peristiwa banjir bandang, di balik peristiwa banjir bandang ada satu korban meninggal.

Di desa tersebut yang dua korban tertimbun di rumah itu akibat longsor.

"Kita penanganan pertama ke keluarga-keluarga yang sudah mengungsikan, kami inventarisasi keluarga yang sudah mengungsi," ucap Jabes Ghagana.

Ia menyatakan, memberikan bantuan-bantuan yang sifatnya mendesak kepada masyarakat dan tentu imbauan untuk mewaspadai terhadap bencana-bencana selanjutnya yang harus diwaspadai karena kondisi masih hujan yang sering turun.

"Jadi kita berharap masyarakat juga mewaspadai di mana saja ada kondisi-kondisi positif," ujarnya.

Ada beberapa titik kumpul untuk masyarakat yang mengungsi akibat bencana ini.

"Ada di beberapa gereja sudah buka kami shelter umum," tutur Jabes.

Kalau di Lebo ada di Gereja Baitani, Gereja Pantekosta dan itu pusat dapur umum.

Begitu juga di Belengan ada dapur umum untuk pengungsi.

Suami Pendeta Imelda Lumetu Menangis hingga Pukul Peti Jenazah: Mami, Papi Minta Ampun

Selain itu, di Belengan banjir bandang tetapi syukur tidak ada korban jiwa tetapi ada 6 rumah yang hanyut.

"Kita harapkan kalau masyarakat ingin berpartisipasi selain bantuan-bantuan pangan baju layak pakai karena banyak keluarga sekira 80 kepala keluarga (KK) mengungsi dan kehilangan semuanya dan membutuhkan bantuan baju layak pakai saat ini," jelasnya.

Karena mereka habis semua (harta benda) jadi minta tolong kepada masyarakat Sangihe dapat membantu keluarga-keluarga yang ada di Desa Lebo dan Belengan yang sementara mengungsi.

Jika masyarakat ingin membantu silakan langsung ke BPBD dan langsung ke Desa Lebo.

"Bantuan bisa pakaian layak pakai dan makanan sehari-hari," pungkasnya. (Ang)

Bencana banjir bandang menerjang di Kampung Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

(Fernando Lumowa/ Dewangga Ardhianata/tribunmanado.co.id)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved