Pemakaman Pendeta Imelda

Suami Pendeta Imelda Lumetu Menangis hingga Pukul Peti Jenazah: Mami, Papi Minta Ampun

Ungkapan penyesalan Djefrit Panggili Suami Pendeta Imelda Lumetu diucapkannya saat meletakan bunga yang terakhir di peti Jenazah

Suami Pendeta Imelda Lumetu Menangis hingga Pukul Peti Jenazah: Mami, Papi Minta Ampun
fistel mukuan / tribun manado
Suami Pendeta Imelda Lumetu Menangis hingga Pukul Peti Jenazah: Mami, Papi Minta Ampun 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pendeta Imelda Lumetu, korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya, Poigar, Sulawesi Utara, disemayamkan pada Jumat (03/01/2020), di Jalan Arie Lasut, Kelurahan Ternate Tanjung, Singkil, Manado, Sulawesi Utara.

Jenazah Imelda Lumetu sudah dimakamkan di Maumbi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Suami korban Djefrit Panggili (50) sangat merasa kehilangan istri yang sangat dicintainya.

Ungkapan penyesalan diucapkannya saat meletakan bunga yang terakhir di peti Jenazah.

"Mami papi minta ampun, tidak bisa menjaga mami," katanya dengan berulang-ulang serta menangis dan memukul peti jenazah.

"Terima dia Tuhan, selamat jalan sayang, selamat jalan mami," tutupnya dengan bersandar di peti jenazah.

VIRAL Terbaring di Rumah Sakit, Wanita Ini Segera Dandan Super Cantik Saat Mau Dijenguk Pacarnya

Masyarakat yang ada disamping Djefrit ikut menangis melihat jenazah Imelda Lumetu.

Sementara itu Lurah Makawidey Salmon Sabu, mengenal pendeta karena rumah suaminya berada di belakang rumahnya.

"Anak pendeta ada dua yang tua laki-laki berada di Jepang dikontrak lima tahun sedangkan yang perempuan yang bersama pendeta dan suami saat kecelakaan," kata Salmon.

Salmon mengakui Pendeta Imelda memiliki karakter yang sangat bagus, ramah, dan suka menyapa masyarakat.

Halaman
1234
Penulis: Fistel Mukuan
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved