Gempa Megathrust Picu Tsunami di Jepang pada 316 Tahun Silam, Tewaskan 5.233 Orang
Dua gempa besar yang terjadi di sepanjang palung ini, yang pernah tercatat dalam sejarah Jepang, adalah Gempa megathrust 1703 dan Gempa 1923.
TRIBUNMANADO.CO.ID - - Gempa megathrust yang memicu tsunami pernah mengguncang di Jepang pada 316 Tahun Silam.
Dikabarkan ada 5.233 orang meninggal dunia di Gempa Jepang tersebut.
Jepang diguncang gempa besar bermagnitude 8,2 pada 31 Desember 1703 waktu lokal atau 30 Desember UTC.
Gempa ini sering disebut sebagai Gempa Genroku 1703 karena terjadi pada era Genroku (1688-1704)
Episentrum Gempa Genroku berada dekat Edo (sekarang Tokyo), bagian selatan wilayah Kanto, dan mengguncang prefektur Fukushima, Tochigi, Ibaraki, Chiba, Saitama, Tokyo, Kanagawa, Yamanashi dan Shizouka.
Gempa Genroku juga turut memicu tsunami setinggi 5 meter di pantai Kujuri dan 2 meter di Teluk Tokyo
Selain itu, Gempa Genruku juga memicu kebakaran besar yang menghanguskan ratusan rumah.
Menurut data resmi, korban Gempa Genruku berjumlah 5.233, tetapi ada sumber yang menyebut korban bahkan mencapai 200.000 orang.

Latar belakang geologis
Wilayah Kanto berada di atas titik pertemuan tiga lempeng, di mana perbatasan konvergen antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Laut Filipina dan Lempeng Amerika Utara bertemu.
Sebagai tambahan, ada dugaan bahwa terdapat juga fragmen terpisah dari Lempeng Pasifik setebal 25 km dan seluas 100 km.
Palung Sagami menjadi satu di antara titip pertemuan tiga lempeng ini, yang meluas sampai kira-kira 250 dari Teluk Sagami ke lepas pantai Semenanjung Boso.
Dua gempa besar yang terjadi di sepanjang palung ini, yang pernah tercatat dalam sejarah Jepang, adalah Gempa 1703 dan Gempa 1923.
Keduanya adalah gempa megathrust.
Gempa dan Tsunami Genroku 1703
Pada 31 Desember 1703 pukul 02.00 waku setempat atau 30 Desember 17.00 UTC, terjadi gempa kuat di prefektur Fukushima, Tochigi, Ibaraki, Chiba, Saitama, Tokyo, Kanagawa, Yamanashi and Shizouka.
Kerusakan terbesar terjadi Prefektur Kanagawa (Kamak'ura, Katase, Fujisawa, Hiratsuka, Oiso, Shimjuku, Odawara, Hakone dan tempat-tempat lain di wilayah Shinagawa).
Tidak ada kerusakan di Nikko, sementara goncangan lemah terasa di Kyoto.
Goncangan yang agak kuat terjadi Pulau Hachijo, meskipun tidak menghancurkan apapun.
Setelah gempa, tsunami terlihat di Pesisir Sanriku sampai Semenanjung Kii dan pulau-pulau Bonin.
Beberapa pemukiman tidak hanya rusak kerena gempa, tetapi juga karena kebakaran besar yang muncul akibat gempa.
Kebakaran ini terutama terjadi di Odawara
Di Prefektur Kanagawa total 8.007 rumah hancur, 563 rumah terbakar, dan 2.291 penduduk tewas.
Menurut data resmi, ada 20.162 rumah yang menderita kerusakan dan 5.233 orang tewas karena kombinasi gempa, tsunami, dan kebakaran ini.
Namun, data lain menyebutkan bahwa total korban bahkan mencapai 200.000 orang.(Tribunnewswiki.com/Febri)