Garuda Indonesia

2 Mantan Petinggi Garuda Lakukan Aksi Ilegal di Pesawat, Ada yang Menipu dan Diduga Lakukan Korupsi

Kabar mengejutkan lagi datang dari PT Garuda Indonesia, mantan petinggi perusahaan pelat merah itu didakwa pengadilan AS.

wikimedia.org
Garuda Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dikabarkan seorang Warga Indonesia (WNI) didakwa AS telah melanggar aturan di Iran.  

Disebutkan juga WNI tersebut sebagai mantan Direktur Utama Garuda Indonesia.  

Dalam rilis resmi Kementerian Kehakiman AS,WNI tersebut diidentifikasi bernama Sunarko Kuntjoro sebagai Presiden Direktur PT MS Aero Support.

Warga Indonesia itu dituding melanggar sanksi dengan mengekspor suku cadang pesawat buatan AS ke Iran pada kurun waktu 2011 sampai 2018.

Dalam gugatan yang dilayangkan di Washington, Sunarko Kuntjoro mengirim onderdil itu ke Mahan Air yang masuk dalam daftar hitam.

Sunarko Kuntjoro
Sunarko Kuntjoro (https://www.thejakartapost.com/)

Dilansir BBC Indonesia Rabu (18/12/2019), Sunarko yang didakwa di Distrik Columbia disebut adalah eks Direktur Garuda.

Pada 2005, dia ditunjuk sebagai direktur tatkala maskapai pelat merah Tanah Air itu masih dikomandoi oleh Emirsyah Satar.

Pada 2017, Sunarko yang berstatus mantan VP Engineering Maintenance and Information System dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat itu, dia berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Rolls-Royce yang menjerat Emirsyah Satar.

Selain Sunarko dan PT MS Aero Support, Washington juga mendakwa dua perusahaan Indonesia lain. Yakni PT Kandiyasa Energi Utama (PTKEU), dan PT Antasena Kreasi (PTAK).

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved