Jelang Natal

Natal dan Tahun Baru, Jumlah Penumpang di Bandara Samrat Diprediksi Turun 20 Persen

"Harapan kami ada penambahan penerbangan oleh maskapai di masa Natal dan Tahun Baru ternyata tidak ada," katanya.

Tribun Manado/Fernando Lumowa
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Samrat Manado, Minggus ET Gandeguai 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado memprediksi jumlah penumpang selama masa libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akan turun.

GM PT Angkasa Puta I Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus ET Gandeguai bilang, pihaknya memprediksi di masa Natal dan Tahun Baru kali ini, baik penumpang maupun pesawat sama-sama turun sekitar 20 persen.

"Melihat tren yang ada, estimasi kami tahun ini masih sama seperti tahun lalu. Penumpang dan pesawat turun," kata Minggus kepada Tribun Manado, Sabtu (14/12/2019).

Tren penurunan jumlah penumpang mulai terjadi di semester kedua tahun lalu seiring naiknya harga tiket penerbangan domestik. Tahun lalu, total jumlah penumpang yang datang dan berangkat di Bandara Samrat mencapai 2,74 juta.

Tahun ini AP I menargetkan jumlah penumpang yang berangkat dan tiba di Bandara Samrat sepanjang tahun 2.7 juta orang. Hanya saja, hasil estimasi AP I, angka penumpang tahun ini maksimal di angka 2,27 juta orang.

"Harapan kami ada penambahan penerbangan oleh maskapai di masa Natal dan Tahun Baru ternyata tidak ada," katanya.

Cuma ada, Garuda Indonesia yang menambah kursi melalui penggantian pesawat dari Boeing 737 ke Airbus 330-200 yang berkapasitas lebih besar.

Garuda kini menggunakan Airbus untuk dua penerbangan dari dan ke Jakarta selama 'peak season' pekan kedua Desember 2019 hingga pekan pertama Januari 2020.

"Kami berharap menjelang Natal Sriwijaya Air akan melayani rutin tiap hari ternyata tidak," jelasnya.

Minggus bilang, pihaknya masih berharap ada perubahan di beberapa hari terakhir ini. Siapa tahu ada maskapai menambah penerbangan. "Gap 500 ribu penumpang itu bisa kita tutupi dengan 10 flight saja, target bisa dicapai," katanya.

Menurut dia, tren penurunan jumlah penumpang terjadi di semua bandara. Hal ini dipicu penyesuaian harga tiket yang dimulai paruh kedua tahun lalu.

"Bali saja yang luar biasa pariwisatanya, cuma naik 1 persen," kata Minggus.(ndo)

 VIRAL Anggota Polisi Tewas Setelah Mobil Honda Jazz yang Dikendarainya Diduga Menabrak Pohon

 Gubernur Olly Sambangi Asrama Sam Ratulangi Yogyakarta, Dialog Bersama Mahasiswa 

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved