Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Kesehatan

Ternyata, Spons Makeup Adalah Rumah Bagi Bakteri yang Sebagian Besarnya Sudah Tak Mempan Antibiotik

Tahukah jika spons makeup yang selalu dgunakan setiap hari itu ternyata rumah bagi kuman alias bakteri berbahaya penyebab infeksi?

Editor: Rizali Posumah
NAKITA
Ilustrasi 

Banyak perusahaan menggunakan simbol (toples makeup terbuka) dan angka pada kemasan untuk menunjukkan berapa lama produk ini aman digunakan setelah seseorang membukanya.

Uni Eropa memberlakukan aturan bahwa semua produk rias yang dijual di Negara Uni Eropa harus menampilkan informasi masa simpan dan layak pakai, yang disebut "periode waktu setelah pembukaan," pada kemasan.

Namun, hal yang sama tidak berlaku di Negara Amerika Serikat.

Menurut Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA), "Di sini tidak ada undang-undang atau peraturan yang membutuhkan kosmetik (termasuk makeup) untuk memiliki masa simpan tertentu atau memiliki tanggal kedaluwarsa pada label mereka."

Akibatnya, di Amerika Serikat, ada kemungkinan produsen dapat menjual produknya, padahal tidak memberikan informasi kepada konsumen tentang lamanya waktu untuk produk makeup tetap aman.

Sebuah studi baru dari Fakultas Ilmu Kehidupan dan Kesehatan di Universitas Aston di Birmingham, Inggris, menambah bukti yang ada bahwa produk rias dan aplikator kosmetik mengandung bakteri berbahaya.

Dalam studi mereka, temuan yang muncul dalam Journal of Applied Microbiology oleh Amreen Bashir, Ph.D., dan Prof. Peter Lambert menganalisis sampel dari 467 produk kecantikan yang telah disumbangkan oleh pengguna di Inggris.

Produk-produk ini berupa: 96 lipstick, 92 eyeliner, 93 mascara, 107 lipgloss, dan 79 blender kecantikan (spons makeup yang digunakan orang untuk menggunakan alas bedak atau concealer).

Tes para peneliti mengungkapkan, sekitar 70-90% dari semua produk ini terkontaminasi oleh bakteri dan blender kecantikan memiliki hasil terburuk.

Secara dominan, para peneliti menemukan S. aureus, E. coli, dan Citrobacter freundii yang merupakan bakteri yang terkait dengan infeksi kulit, keracunan makanan, dan infeksi saluran kemih (ISK), masing-masing.

"Sebagian besar kontaminan ditemukan staphylococci / micrococci. Enterobacteriaceae juga terdeteksi pada semua jenis produk, dengan prevalensi tinggi pada pencampur kecantikan (26,58%)," tulis para peneliti dalam makalah studi yang dilakukan.

Blender kecantikan juga memiliki tingkat kontaminasi jamur tertinggi, yaitu 56,96 persen.

Para peneliti percaya bahwa ini karena orang pertama-tama harus membasahi spons ini untuk dapat merias wajah dengan blender kecantikan.

Permukaan lembab, penulis penelitian menjelaskan, menyediakan lahan subur bagi jamur.

Beberapa muatan kontaminan bakteri tertinggi terutama Enterobacteriaceae juga terdapat dalam lip gloss, sedangkan lipstick menunjukkan tingkat kontaminasi terendah.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved