Boy Thohir, Kakak Menteri BUMN Masuk Daftar Orang Terkaya
Garibaldi Thohir alias Boy Thohir adalah kakak kandung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Garibaldi Thohir alias Boy Thohir adalah kakak kandung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Mereka putra dari salah satu pendiri Astra, Muhammad Teddy Thohir. Nama Thohir bersaudara bukan asing lagi.
Erick baru-baru ini membuat gebrakan dengan mencopot Direktur Utama maskapai penerbangan Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atas dugaan terlibat penyelundupan sepeda motor mewah berikut onderdil Harley Davidson dan sepeda angin Brompton dari Perancis. Kerugian negara diperkirakan berkisar Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar.
• Gerindra Dukung Jokowi Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor, Mahfud MD: Saya Setuju
Adapun Boy Thohir adalah masuk daftar jajaran orang terkaya Indonesia. Dikutip dari Majalah Forbes, pria berusia 54 tahun ini masuk sebagai orang terkaya di Indonesia di urutan ke-17. Total kekayaannya tercatat sebesar 1,6 miliar dolar AS atau setara Rp 22,4 triliun. Sumber kekayaan terbesarnya berasal dari perusahaan tambang batu bara di Kalimantan, PT Adaro Energy.
Adaro sejauh ini jadi perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia. Tahun 2005, empat pengusaha yakni Boy bersama Sandiaga S Uno, Theodore Rachmat, dan Soeryadjaya membentuk konsosium untuk mengambil alih saham Adaro Energy dari perusahaan asal Australia.
Pembelian Adaro jadi titik balik Boy dalam pencapaian bisnisnya. Dalam kurun waktu beberapa tahun, Adaro menjelma jadi produsen batubara terbesar di Indonesia menggeser PT Kaltim Prima Coal. Tahun 2008, Adaro resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Produk batu bara Adaro dinilai membawa konsep ramah lingkungan dengan brand Envirocoal. Kiprah bisnisnya tak hanya berkutat di batu bara. Boy juga tercatat sebagai pemilik perusahaan pembiayaan WOM Finance, operator perusahaan air minum, hingga jaringan restoran Hanamasa.
Majalah Forbes, kembali menerbitkan daftar orang terkaya Indonesia. Kali ini, Hartono bersaudara, R Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono menjadi orang paling kaya di Indonesia untuk yang kesebelas kalinya secara berturut-turut.
Kekayaan bersih mereka mencapai 37,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 522,2 triliun (kurs Rp 14.000 per dolar AS) seiring terus meroketnya harga saham bank milik mereka, Bank Central Asia (BBCA).
• Penyakit Aneh Sering Terjadi Juga Berbahaya, Flu di Cuaca Panas, Nyeri di Bagian Tubuh dan Menggigil
Prajogo Pangestu melompat 7 peringkat hingga ke posisi ketiga. Sementara 5 wajah baru masuk dalam daftar ini. Antara lain, Donald Sihombing, pendiri Totalindo Eka Persada yang berada di posisi 34 dengan 970 juta miliar dolar AS, dan Winarko Sulistyo (Fajar Surya Wisesa) merangsek ke posisi 27 dengan kekayaan 1,2 miliar dolar AS.
Susilo Wonowidjojo, melorot dari posisi 2 menjadi ke urutan 4. Hal ini karena kekayaan bos Gudang Garam ini anjlok 2,6 miliar dolar AS, seiring dengan melemahnya saham perusahaannya akibat terimbas rencana kenaikan harga dan cukai rokok tahun depan.
Dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2019, terdapat dua perempuan tajir. Mereka adalah Kartini Muljadi, dan Arini Subianto. Kartini Muljadi berada di peringkat 48 daftar orang terkaya di Indonesia. Sementara Arini Subianto di posisi ke-49.
Mereka mendapatkan pundi-pundi kekayaannya dari sejumlah bisnis yang bergerak di berbagai sektor. Bidang bisnis yang Kartini dan Arini jalankan di antaranya kosmetik, obat-obatan, consumer goods, dan batu bara.
Kekayaan Kartini Muljadi mencapai 630 juta dolar AS atau sekitar Rp 8,82 triliun (kurs Rp 14.000). Dia menyandang status sebagai orang terkaya ke-48 pada usia 89 tahun.
Kartini Muljadi dan anaknya, memiliki Tempo Group dengan perusahaan terbesarnya adalah PT Tempo Scan Pasific yang bergerak di bidang consumer goods dan obat-obatan. Dalam laman resmi Tempo Scan Group, beberapa produk obat-obatan yang mereka produksi adalah Bodrex, Vidoran, Hemaviton, Oskadon, Bodrexin, Neo Rheumacyl, Oskadryl, Contrexyn, serta Zevit Grow.
Di lini consumer goods, produk Tempo Scan Group, misalnya, Marina, My Baby, S.O.S, Total Care, Claudia, dan Pure Baby. Selanjutnya untuk lini kosmetik, Tempo Scan Group memiliki produk Ultima II.
Perusahaan ini juga mendistribusikan beberapa merek kosmetik berlisensi internasional ternama di Indonesia. Merek kosmetik itu seperti Revlon, Estee Lauder, Clinique, MAC, Bobbi Brown, La Mer, dan Jo Malone London.
Kartini merupakan pengacara dan mantan hakim. Dia memiliki firma hukum komersial dan korporasi Kartini Muljadi & Rekan (KMR). Putranya, Handojo Selamet Muljadi yang lulusan New York University saat ini turut menjalankan Tempo Scan.
Adapun Arini Subianto memiliki kekayaan sebesar 600 juta dolar AS setara Rp 8,4 triliun. Dia memperoleh gelar sebagai orang terkaya ke-49 versi Forbes saat berusia 48 tahun.
Arini merupakan putri tertua dari taipan Indonesia, Benny Subianto. Setelah ayahnya meninggal pada Januari 2017, Arini mengambil alih perusahaan milik ayahnya. Dia sekarang menjadi presiden direktur perusahaan holding keluarganya, Persada Capital Investama.
Portofolio investasi Persada Capital di sektor pengolahan kayu, minyak kelapa sawit, pengolahan karet, dan batubara. Persada Capital juga memiliki 11% saham di perusahaan batubara raksasa di Indonesia, Adaro Energy.
• Jokowi Kantongi Nama Anggota Dewan Pengawas KPK
Berikut 25 Orang Terkaya di Indonesia 2019
1. Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, (pemilik BCA, Djarum, Polytron) kekayaan 37,3 miliar dolar AS setara Rp 522,2 triliun.
2. Keluarga Widjaja (Sinar Mas) kekayaan 9,6 miliar dolar AS ( Rp 134,4 triliun)
3. Prajogo Pangestu (Barito Pacific) kekayaan 7,6 miliar dolar AS (Rp 106,4 triliun)
4. Susilo Wonowidjojo (Gudang Garam) kekayaan 6,6 miliar dolar AS (Rp 92,4 triliun)
5. Sri Prakash Lohia (Indorama) kekayaan 5,6 miliar dolar AS (Rp78,4 triliun)
6. Anthoni Salim (Salim Group) kekayaan 5,5 miliar dolar AS (Rp 77 triliun)
7. Tahir (Mayapada Group) kekayaan 4,8 miliar dolar AS (Rp 67,2 triliun)
8. Boenjamin Setiawan (Kalbe Farma) kekayaan 4,35 miliar dolar AS (Rp 60,9 triliun)
9. Chairul Tanjung (CT Corp) kekayaan 3,6 miliar dolar AS (Rp 50,4 triliun)
10. Jogi Hendra Atmadja (Mayora)kekayaan 3 miliar dolar AS (Rp 42 triliun)
11. Bachtiar Karim (Musim Mas) kekayaan 2,6 miliar dolar AS (Rp 36,4 triliun)
12. Mochtar Riady (Lippo Group) kekayaan 2,1 miliar dolar AS (Rp 29,4 triliun)
13. Martua Sitorus (Wilmar Group) kekayaan 2 miliar dolar AS (Rp 28 triliun)
14. Putera Sampoerna (Sampoerna Strategic Group) kekayaan 1,8 miliar dolar AS (Rp 25,2 triliun)
15. Kuncoro Wibowo (Kawan Lama) kekayaan 1,7 miliar dolar AS (Rp 23,8 triliun)
16. Peter Sondakh (Rajawali Corpora), kekayaan 1,65 miliar dolar AS setara Rp23 triliun.
17. Garibaldi Thohir alias Boy Thohir (Adaro Energy, kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir) kekayaan 1,6 dolar AS miliar setara Rp22,3 triliun.
18. Theodore Permadi Rachmat (PT Triputra Group), kekayaan 1,55 miliar dolar AS setara Rp21,6 triliun.
19. Husain Djojonegoro (ABC Group dan Orang Tua), kekayaan 1,53 miliar dolar AS setara Rp21,4 triliun.
20. Djoko Susanto (grup Alfamart), kekayaan 1,5 miliar dolar AS setara Rp21 triliun.
21. Alexander Tedja (Pakuwon Group), kekayaan 1,45 miliar dolar AS setara Rp 20,2 triliun.
22. Sukanto Tanoto (Royal Golden Eagle, dahulu Raga Garuda Mas & Asia Pacific Resources International Holdings), kekayaan 1,4 miliar setara Rp19,5 triliun.
23. Ciliandra Fangiono (First Resources), kekayaan 1,37 miliar dolar AS setara Rp19,1 triliun.
24. Husodo Angkosubroto (Gunung Sewu Kencana), kekayaan 1,35 miliar dolar AS setara Rp18,8 triliun.
25. Keluarga Ciputra (Ciputra Group), kekayaan 1,3 miliar dolar AS setara Rp18,1 triliun
(Majalah Forbes/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/garibaldi-thohir-4575758.jpg)