Breaking News
Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Polimdo Ajari Petani Tentukan Harga Pokok Produksi Jagung

Karena para petani jagung dalam menjual hasil harganya hanya disesuaikan dengan harga pasar.

Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA
Polimdo Ajari Petani Tentukan Harga Pokok Produksi Tanaman Jagung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Politeknik Negeri Manado kembali menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kali ini yakni pengabdian kepada Kelompok Tani Jagung di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Dari rilis yang diterima tribunmanado.co.id, Senin (09/12/2019), jenis kegiatannya yakni, Pelatihan Akuntansi dan Penentuan Harga Pokok Produksi Tanaman Jagung.

Pelaksanaannya bertempat di Lingkungan XVII Desa Tumaluntung.

"Kegiatan PKM ini dimaksudkan untuk mengadakan pelatihan perhitungan harga pokok produk/hasil tanaman jagung sehingga petani jagung dapat mengetahui harga pokok usaha tanaman jagung," kata Joseph N Tangon SE MSA Ak CA didampingi anggota pelaksana Raymond F Rombot SE MSi.

Ia menambahkan, hal ini dilakukan karena para petani jagung dalam menjual hasil harganya hanya disesuaikan dengan harga pasar dan pemahamanan tentang biaya-biaya terkait dengan usaha tanaman jagung belum dipahami.

Menurutnya, desa ini terdapat lahan perkebunan dan lahan yang kosong dan sering dimanfaatkan untuk menanam jagung baik oleh masyarakat desa maupun pendatang yang berdomisili.

Kelompok tani jagung di desa ini memanfaatkan lahan kosong dari pemilik lahan yang tidak diberdayakan secara maksimal.

"Petani-petani tersebut sangat tertarik menanam jagung oleh karena menunggu masa panen yang tidak lama sekitar 3-4 bulan," kata dia.

Ia berharap, dapat memperoleh penghasilan dari usaha tanaman jagung.

"Seperti yang disampaikan salah satu anggota kelompok tani bahwa tadinya mereka tidak terlalu memahami biaya-biaya yang yang harus dimasukkan dalam komponen usaha tani jagung, namun dengan pelatihan ini mereka sudah mendapat tambahan pengetahuan bahwa banyak biaya-biaya yang tadinya mereka tidak masukkan atau tidak dianggap biaya ternyata harus dimasukkan. Dengan demikian pelatihan ini mampu membuat masyarakat mau menanam jagung dan menjadikan usaha ini sebagai pendapatan atau usaha tetap mereka," harap dia.

(Tribunmanado.co.id/rilis)

BERITA TERPOPULER :

 UPDATE Perolehan Medali SEA Games 2019, Indonesia Dibayang-bayangi Vietnam, Tuan Rumah Merajalela

 Final Bulutangkis SEA Games: Indonesia Tambah 3 Emas, Ruselli Pemain Pengganti yang Brilian

 Inilah Foto-Foto Pemakaman Yarry dan Yanny: Diantar Pakai Roda Keranda ke Ladang Pekuburan

TONTON JUGA :

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved