Koalisi Nasdem-Golkar-PAN Adang Petahana Gubernur

Partai Nasdem, Partai Golkar dan PAN bakal membentuk koalisi besar untuk mengadang petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw

Koalisi Nasdem-Golkar-PAN Adang Petahana Gubernur
andrew pattimahu/tribun manado
Imba, Jabes, SAS, CNR Kawal Tetty Paruntu Mendaftar 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Partai Nasdem, Partai Golkar dan PAN bakal membentuk koalisi besar untuk mengadang petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw dari PDIP pada Pilgub Sulut 2020.

Nasdem dan Golkar dengan tangan terbuka menyambut partai lain berkoalisi dengan membuka pendaftaran. Belakangan PAN meramaikan potensi terbentuknya koalisi besar itu. PDIP sebagai juara bertahan masih adem-adem ayem saja di tengah gerak para lawan.

Saingi Olly di Pilgub 2020, Tetty Calon Kuat Bendahara Umum Golkar

Koalisi Nasdem-Golkar mengemuka setelah pekan lalu, Ketua DPD I Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) mendaftar sebagai kandidat cagub di Partai Golkar. CEP alias Tetty kemudian lanjut mendaftar di Nasdem.
Golkar saat ini memiliki 7 kursi DPRD Sulut, sementara Nasdem 9 kursi.

Ketua DPW PAN Sulut, Sehan Landjar ikut meramaikan dengan mendaftar sebagai kandidat cawagub. Senin (3/12/2019), Sehan pun mendaftar di Golkar dan Nasdem. PAN memilki 2 kursi DPRD Sulut. Jika jadi terbentuk koalisi ini total punya 18 kursi DPRD, bakal menyaingi perolehan kursi PDIP dengan jumlah yang sama.

Perolehan kursi DPRD ini akan jadi tiket untuk mengusung calon di Pilgub 2020. Minimal parpol, atau koalisi parpol untuk mengusung calon harus punya 20 persen dari total 45 kursi, atau minimal 9 kursi.

Nasdem pun terbuka untuk koalisi di Pilgub 2020. Victor Mailangkay, Sekretaris DPW Nasdem Sulut mengatakan, pendaftaran secara terbuka dan tanpa mahar ini sebagai bentuk keterbukaan Nasdem untuk berkoalisi dengan partai lain. "Padtai Nasdem itu partai terbuka berkolisi dengan partai manapun," kata dia. Ia mengapresiasi Ketua Golkar dan Ketua PAN siap mengikuti mekanisme Nasdem dalam pendaftaran.

Ollly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK)
Ollly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) (Istimewa)

PDIP sedari awal sudah mencuat pasangan petahana ODSK diusung dua periode. Tak hanya Pilgub, PDIP menarget sapu bersih di 7 pilkada lainnya.
Ia menargetkan, Pilkada 2020 akan disapu bersih. "Target sapu bersih," ujar Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Bidang Pemenangan Pemilu, Steven Kandouw.

Soal koalisi, Sekretaris DPD PDIP Sulut, Franky Wongkar mengatakan, PDIP tetap terbuka dengan partai manapun. Koalisi atau tidak, kata Franky PDIP punya mekanisme.

Partai medioker dan partai gurem bisa bersatu membangun koalisi. Kekuatannya ternyata cukup untuk mengusung calon. Partai dimaksud, Partai Demokrat (4 kursi), Gerindra (2 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa (1 kursi), PKS (1 kursi), dan PSI (1 kursi). Jika ditotal 5 partai ini memiliki perolehan 9 kursi DPRD Sulut, cukup untuk mengusung calon.

Taufik Tumbelaka, pengamat politik Sulut menilai wacana partai medioker dan partai gurem bersatu mengusung calon sah-sah saja dan itu hal wajar dalam dunia politik. Di luar Partai besar PDIP, Nasdem dan Golkar, ada partai lain yang punya kursi, jika bersatu tentu bisa jadi kekuatan menyaingi partai besar. Tapi mengusung calon itu pokoknya karena ada kepentingan.

Munas Golkar, Bamsoet Mundur, Airlangga Langsung Ucap Syukur

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved