Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PKS Imbau Peserta Reuni 212 Bawa Bendera Merah Putih dan Tak Bawa Atribut Partai

PKS mengimbau peserta Reuni 212 bawa bendera merah putih, tak pakai baju PKS dan atribut partai lainnya.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
TRIBUNNEWS.COM/THERESIA
Persiapan Reuni 212 di Monas 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sementara massa Reuni 212 mulai berdatangan di venue acara di Silang Selatan, Monas, Jakarta Pusat, Partai Keadilan Sejahtera, Minggu (1/12/2019), mengeluarkan beberapa imbauan terhadap para peserta.

Di antara empat seruan yang diungkapkan pada situs pks.id, ada imbauan agar peserta Reuni 212 kali ini membawa bendera merah putih, tak mengenakan baju PKS, dan atribut partai lainnya.

Seruan Sekjen PKS H Mustafa Kamal SS atas nama DPP PKS terkait Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW dan Reuni 212 pada, Senin, 2 Desember 2019 di Lapangan Monas, pukul 03.00-09.30 WIB, itu antara lain sebagai berikut:

1. PKS memandang Reuni 212 merupakan gerakan sosial atas dasar kesadaran keagamaan dan kebangsaan yang berperan penting dalam menjaga Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan mengukuhkan NKRI.

Karena itu, selain Reuni, PKS mendorong gerakan 212 proaktif memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan riil umat dan bangsa dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang ekonomi, pemberantasan korupsi, dan kerukunan antarumat beragama.

Dilarang Bawa Senjata: Begini Kekuatan Polisi saat Amankan Reuni 212

2. PKS menyerukan agar Reuni 212 menjadi ajang peneguhan kebersamaan keumatan dan kebangsaan, menguatkan rasa saling memiliki NKRI, mengukuhkan kebersamaan dalam menjayakan Indonesia,

dan meningkatkan rasa saling percaya antar sesama anak bangsa, baik dalam bingkai ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah dan basyariyah.

3. PKS mengimbau kepada peserta Reuni 212 agar bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, dan menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana dilakukan pada Reuni 212 sebelumnya.

Kami juga meminta agar semua pihak waspada jika ada pihak-pihak yang menjadikan acara ini untuk tujuan di luar memperkuat kebersamaan keumatan dan kebangsaan serta melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. PKS mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta, Kepolisian Republik Indonesia serta pemerintah pusat yang telah memberikan izin pelaksanaan Maulid Akbar dan Reuni 212 sehingga menjadi jaminan bagi panitia dan peserta bahwa acara dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Alumni 212 Ajak Warga Sarapan Bareng *Pengacara Sebut Rizieq Shihab Hadir *Imigrasi Bantah

Karena itu PKS mempersilakan para anggota dan simpatisan PKS, sebagai bagian dari umat dan bangsa, untuk hadir dan mensukseskan Maulid Akbar dan Reuni 212 tersebut.

Kepada keluarga besar PKS yang akan hadir kami minta agar berbaur dan menyambung silaturahmi dengan para peserta di lapangan, demi terciptanya rasa kebersamaan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan.

Sejalan dengan itu, kami juga minta keluarga besar PKS membawa Bendera Merah Putih dan tidak memakai baju PKS dan atribut-atribut partai lainnya.

Demikian pernyataan pers ini kami sampaikan. Semoga persaudaraan antar sesama elemen bangsa semakin kukuh dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Terima kasih.

Massa Berdatangan

Sementara itu, pantauan Tribunnews.com menyebutkan, Sabtu panitia sudah mendirikan tenda panggung utama berikut tenda-tenda lainnya.

Di depan panggung utama, terpampang spanduk besar di kain berwarna putih bertuliskan : Reuni Akbar mujahiid 212-2019.

Sementara itu, pekerja lainnya juga mempersiapkan tenda-tenda kecil berwarna serba putih baik tenda untuk medis, panitia hingga tenda VIP.

Slamet Maarif: Momen 212 Anugerah dari Allah, Wajib Kita Syukuri dan Pelihara

Di bagian lain, panitia terlihat menyiapkan peralatan sound system. Mereka meletakkan sound-sound besar berikut menata kabelnya.

Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif memprediksi acara Reuni 212 di Monas ini akan dihadiri lebih dari satu juta orang.

Massa dari luar Jakarta disebut-sebut sudah mulai bergerak menuju Jakarta sejak Sabtu (30/11/2019).

Kapolda Metro Irjen Gatot Eddy Pramono memprediksi reuni ini akan dihadiri sekitar 10 ribu peserta.

Reuni kali ini adalah yang ketiga. Ada sejumlah aspirasi yang disampaikan setiap kali Reuni 212 digelar. Alumni 212 terbentuk sejak 2016.

Ketika itu, mereka berkumpul di Monas, menyampaikan kritik pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait penodaan agama.

Sore kemarin, beberapa posko kesehatan tampak sudah berdiri di dekat pintu masuk itu.

Guntur: Reuni 212, Politisasi Agama Tujuannya Anies Baswedan Presiden 2024, Fadli Zon Ganti Prabowo

Tak hanya itu, panggung utama yang berada di lapangan silang Monas pun tampak sudah berdiri.

Sejumlah pedagang yang menjual pernak-pernik 212 pun mulai menggelar lapak dagangan mereka.

Sementara itu, petugas keamanan Monas tampak masih sibuk meminta para pengunjung untuk meninggalkan lokasi tersebut.

Sejumlah petugas kepolisian juga terlihat berjaga di sekitar simpang Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Untuk pengamanan reuni ini, Polri akan mengerahkan 9.239 personel.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat mengimbau kepada anggotanya untuk tidak membawa senjata tajam maupun senjata api saat bertugas.

"Saya ingatkan, tidak ada yang membawa senjata tajam atau senjata api. Semuanya laksanakan dengan simpatik dan humanis," ucapnya, Minggu (1/12/2019).

Tak hanya itu, ia pun meminta anggotanya yang bertugas di sekitar kawasan Monas untuk mengarahkan peserta aksi ke pintu-pintu yang telah disediakan.

"Untuk yang bertugas di sekeliling Monas, bisa arahkan peserta karena pintu masuknya hanya tiga, mulai dari Istiqlal, Gambir, sampai dengan kedutaan Amerika Serikat," ujarnya.

"Begitu juga sepulangnya, mohon diarahkan," tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved