News

Reses Anggota Dewan, Warga Minta Anggota DPRD Jangan Hanya Janji

Mulai dari air bersih dari PDAM Bitung, bantuan beasiswa, jalan rusak, lampu jalan, saluran utama dan got.

Reses Anggota Dewan, Warga Minta Anggota DPRD Jangan Hanya Janji
christian wayongkere/tribun manado
Reses Anggota DPRD Bitung Geraldi Mantiri ketua Fraksi PDI Perjuangan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ratusan warga dari 18 Kelurahan di Kecamatan Matuari dan Ranowulu, mengikuti reses masa persidangan pertama tahun pertama tahun sidang 2019-2020 anggota DPRD Bitung Geraldi Mantiri ketua fraksi PDI Perjuangan Sabtu (30/11/2019).

Mengambil tempat di halaman sebuah rumah adat di Kelurahan Manembo-Nembo Bawah Kecamatan Matuari, banyak persoalan yang dilontarkan warga.

Mulai dari air bersih dari PDAM Bitung, bantuan beasiswa, jalan rusak, lampu jalan, saluran utama dan got.

Welhemina Mince warga Kelurahan Sagerat Werwu 2 RT XII sudah lama menanti ‎pengerjaan jalan rusak yang dijanji pemerintah.

Jalan yang dimaksud sudah sempat dilakukan peletakan batu pertama oleh walikota Bitung.

‎"Kami kan masyarakat meski kami orang asli Maluku torang Indonesia dimana pun tinggal dan berada kami warga Indonesia.‎ Diimana janji kosong pemerintah dan anggota ketika mau pemilihan janji mau buat ini itu begitu juga dengan pak Geraldi jangan hanya janji," tegas Ibu Mince sapaannya.

Kemudian perempuan ini mencermati terkait pemberian bantuan beasiswa, jangan perangkat kelurahan kepala lingkungan ( pala ) dan lurah memilih keluarganya dalam memberi bantuan.

Harus teliti dan saksama dalam mendata memberikan bantuan.

Dia meminta untuk perangkat pala dan lurah untuk turun dan mendata dengan instansi tertentu untuk melihat mana yang sebenarnya harus mendapatkan bantuan.

Hans Pate warga Apela 2 RT IV, menyampaikan hasil percakapan selama dua bulan masyarakat Apale, menyoroti masalah air bersih yang disiapkan oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Duasudara Bitung.

Menurutnya sempat ada tegang dengan PDAM terkait masalah air. Biasanya tagih seminggu sekali pada hari Selasa.

"Dua bulan lalu ada penegihan setiap hari dan pemutusan sambungan sehingga sempat ada ketegangan. Beruntung tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama siram dengan api roh kudus sehingga tidak berlarut-larut," kata Hans.

Pihaknya mengakui memang banyak masyarakat menunggak belum terbayar.

Halaman
123
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved