News

Rocky Gerung Nilai Pemerintah Berlebihan Hadapi AD/ART FPI, Tito Karnavian Sebut Kaffah dan Khilafah

Tito Karnavian menyampaikan, pada AD/ART FPI masih termuat visi dan misi yang kalimatnya dianggap memiliki makna samar.

Rocky Gerung Nilai Pemerintah Berlebihan Hadapi AD/ART FPI, Tito Karnavian Sebut Kaffah dan Khilafah
Youtube Kompas TV
Rocky Gerung memprediksi Kabinet Jokowi akan hancur dan Prabowo Subianto akan dicopot yang pertama. 

Namun Budiman Sudjatmiko mempunyai pendapat lain.

"FPI itu bukan ide, ide yang sudah berwujud menjadi sebuah 'pentungan'," kata Budiman Sudjatmiko dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Kompas TV, pada Jumat (29/11/2019).

Mendagri Bahas Khilafah FPI, Rocky Gerung: Pak Tito Nggak Ngerti Konsep Khilafah

"Ketahuan Anda minum anda bisa dipukul pakai pentungan tersebut,"

"Sudah menjadi kawat berduri," imbuhnya.

Budiman Sudjatmiko menilai visi dan misi FPI sudah terealisasikan, dari sikap mereka yang kerap menegur atau bertindak saat melihat suatu tindakan yang dianggap berbeda.

"Mereka suka mementung orang-orang yang dianggap berbeda dari mereka," ucap Budiman Sudjatmiko.

"Mereka sudah bertindak sebagai polisi moral,"

"Diluar sistem yang ada," imbuhnya.

Rocky Gerung kemudian menceritakan dirinya pernah berkelahi dengan juru bicara FPI Munarman, 20 tahun lalu di Monumen Nasional (Monas).

Ia namun tak menceritakan penyebab perkelahian tersebut.

Halaman
1234
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved