Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Reuni 212 Bermuatan Politik, Ketua Dakwah MUI: Ingatan Luka Lama Sudah Selesai

Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis menyebut reuni 212 merupakan hal yang tidak perlu untuk dilakukan

Editor: Rhendi Umar
Tribunnews/Muhammad Iqbal Firdaus
Massa Mujahid 212 menggelar aksi dengan tajuk Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI, di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019). Aksi yang dilakukan oleh beberapa organisasi ini bertujuan untuk berdoa bersama demi keselamatan NKRI. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kegiatan reuni 212 akan digelar pada tanggal 2 Desember 2019.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis menyebut reuni 212 merupakan hal yang tidak perlu.

Ia mengatakan reuni tersebut hanya akan menimbulkan masalah dengan mengungkit-ungkit masalah masa lalu yang sebenarnya sudah selesai.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal youtube tvOneNews, Kamis (28/11/2019), mulanya Cholil Nafis mengatakan jika reuni 212 memang untuk uhkuwah islamiyah maka acara tersebut nantinya dapat bersifat rekonsiliasi.

"Kalau itu untuk uhkuwah islamiyah, nanti orang yang enggak ikut pada 212 itu bisa datang, sehingga lebih rekonsiliatif," jelas Cholil Nafis.

Umat muslim mengikuti aksi reuni 212 di Kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Aksi tersebut sebagai reuni akbar setahun aksi 212.
Umat muslim mengikuti aksi reuni 212 di Kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Aksi tersebut sebagai reuni akbar setahun aksi 212. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Reuni Akbar 212 Sambut Kepulangan Habib Rizieq Shihab, Mahfud: Itu Hak Warga Negara, Penting Tertib

Cholil Nafis mengatakan pandangan masyarakat terhadap gerakan 212 memang sudah tak bisa dipisahkan dari agenda politik.

Ia mengatakan susah bagi masyarakat untuk percaya bahwa agenda reuni 212 hanya dilakukan karena kepentingan agama semata.

"Karena bagaimanapun konotasinya 212, lalu ada pergerakan masyarkat di tengah keramaian itu konotasinya adalah politik," kata Cholil Nafis.

Cholil Nafis juga mengungkit soal agenda acara 212 yang pertama.

Acara tersebut dilakukan karena adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta terdahulu Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Ia menyebut sebenarnya tidak perlu lagi ada acara reuni.

Karena Ahok sendiri sudah dihukum dan menjalani masa hukumannya.

"Mau ngomong apapun tetap aja politik, dan kadang-kadang membawa ingatan luka lama di antara kita yang sudah selesai," ujar Cholil Nafis.

"Yang bersangkutan sudah dihukum, sudah menjalankan hukuman, enggak perlu lagi ada reuni-reunian," imbuhnya.

Penyebab Panitia Reuni 212 Tak Undang Prabowo, Pengamat Sebut Gerakan Politik, Anies Beri Sambutan

Video dapat dilihat di menit 3.24

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved