Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

DKI Jakarta Kampung Kumuh

Sutiyoso Setuju Pernyataan Mendagri Tito tapi Bela Gubernur Anies, Ini Alasan Sang Mantan DKI 1

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso mengatakan, dia setuju dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait kondisi

Editor: Aswin_Lumintang
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Istana Negara 

Pembangunan kota, atau bahkan terkait penertiban dan penggusuruan, harus melalui proses panjang.

Di Jakarta, saat gubernur hendak melakukan penertiban wilayah, harus menghadapi rakyat yang menolak, LSM, DPRD Tingkat I, DPRD Pusat, serta ketua-ketua dari partai politik.

Hal tersebut yang membuat jalannya pembangunan di Jakarta membutuhkan waktu lama.

"Jadi itu amat berbeda dengan kita yang demokrasi ini. Waktu aku mau menertibkan Kali Angke aja, pertama menghadapi rakyat itu sendiri."

"Yang kedua LSM, yang ketiga DPRD Tingkat I dan DPRD Pusat, ngadepin lagi ketua-ketua partai politik seperti itu di Jakarta."

"Jadi prosesnya amat lama, amat panjang," jelas Sutiyoso.

Selain itu, persoalan yang membuat pembangunan di Jakarta tidak secepat Shanghai adalah terkait anggaran.

Sutiyoso menuturkan China adalah negara yang memiliki banyak uang sehingga pembangunan juga akan lebih mudah untuk dilakukan.

Berbeda dengan Indonesia yang anggaran pembangunannya terbatas.

"Nah sudah begitu Cina itu duitnya banyak sekali."

"Jadi powerful, duitnya ada, jadi rakyat yang digusur tadi langsung saja dipindahkan ke rumah-rumah susun," terang Sutiyoso.

"Nah apalagi kita ini perlawanannya banyak, menghadapi banyak pihak kalau mau melakukan penertiban kota itu, juga duit tidak ada kan saat itu," tandasnya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved