Berita di Sulut
Puluhan Warga Tertipu Developer Rumah Mewah di Minut, Korban Minta Polda Sulut Tangkap FS
Belasan warga untuk mempertanyakan perumahan milik mereka ke Developer Grand Atlantis Resort and Residence.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID - Belasan warga untuk mempertanyakan perumahan milik mereka ke Developer Grand Atlantis Resort and Residence.
Mereka mendatangi Kantor GARR yang terletak di jalan Ringroad, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, Sabtu (23/11/2019).
Warga mengaku telah membayar sejak 2017 silam. Namun, rumah tak kunjung dibangun.
Mereka mendatangi kantor Grand Atlantis Resort and Residence, tidak ada satu orangpun di kantor.
Kantor terlihat dalam keadaan terkunci dan sudah berantakan, seperti sudah tidak digunakan.
Oktavianus Waworuntu, warga Kota Manado, mengaku terkena tipu dari berinisial FS yang mengaku developer di Grand Atlantis Resort and Residence.
Oktavianus Waworuntu menjelaskan, dirinya sudah membayar uang ke developer berinisial FS sejak 2017.
"Ketika kami sudah lunas membayar, dia berjanji bahwa pada Februari 2019, sudah akan mulai pembangunan perumahan, namun sampai saat ini, belum ada yang dibangun," sesalnya.
Dia mengungkapkan telah melaporkan developer berinisial FS ke Polda Sulut pada Agustus 2019. Kerugian mereka alami mencapai ratusan juta rupiah.
"Polda sudah menangkap developer berinisial FS. Namun, pihak Polda meminta kami untuk mediasi secara kekeluargaan, dengan cara lelaki FS akan mengembalikan uang kami batas November 2019 ini," jelasnya.
Kasus ini tak ada kejelasannya hingga November ini. FS pun sudah bebas di luar.
"Kami sudah membayar ratusan juta, kami datang di lokasi perumahan untuk mengukur kapling yang sudah kami bayar ke developer berinisial FS dan memberi tanda patok tiang," tegasnya.
Wirda, calon pemilik rumah mengatakan, dirinya sudah menyetor uang untuk pengambilan perumahan sejak 2017.
"Uang yang saya setor ke developer berinisial FS, sudah sekitar Rp 400 juta lebih, untuk pengambilan perumahan, yang sudah dijanjikan developer tersebut," katanya.
Uang tersebut disetor bertahap karena FS terus meminta uang untuk pembangunan perumahan mewah ini.