HARI GURU NASIONAL
HARI GURU NASIONAL, Ini 3 Kasus Guru Dibunuh Siswanya, Nomor 2 Berawal dari Goresan Cat
Bukannya mendapat penghargaan dari siswa yang mereka ajar, guru-guru berikut ini malah tewas ditangan siswanya
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Pada hari berikutnya Lei pergi ke kelas Sun.
Saat itu sang guru sedang duduk sambil bersiap-siap memulai pelajaran.
Siswa itu langsung melakukan kekerasan kepada pria 32 tahun.
• Sejarah Hari Guru Nasional: Dari Zaman Hindia Belanda 1912 Hingga Tahun Kemerdekaan 1945
Alhasil, Sun Wakang alangsung meninggal di lokasi kejadian
Sesudah itu Lei dilaporkan melarikan diri.
Pejabat sekolah, Xiong Haishui, mengatakan Sun telah bekerja sebagai guru kimia di Sekolah Menengah Linchuan No. 2 selama lima tahun sebelum insiden pembunuhan brutal itu.
Sun dikabarkan mengambil ponsel Lei setelah bocah sadis itu menggunakannya selama jam pelajaran. Tetapi ponsel itu sudah dikembalikan setelah pulang sekolah.
Meskipun demikian, Lei menyerang Sun di saat sang guru itu sedang menyiapkan pelajaran di kelas. Insiden ini terjadi hanya empat hari setelah peringatan Hari Guru di China, sebuah hari nasional yang digunakan para siswa untuk menghormati guru mereka.
Para pejabat mengatakan seorang guru lainnya sempat mendengar teriakan Sun setelah insiden itu dan langsung memanggil layanan darurat. Tetapi nahas, guru Sun sudah meninggal sebelum ambulans tiba.
Di China, sekolah menengah pertama terdiri dari anak-anak usia tujuh hingga sembilan tahun, dan siswa sepuluh sampai 12 tahun, sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sekolah Menengah Linchuan No. 2 adalah salah satu sekolah terbaik di Provinsi Jiangxi dan memiliki salah satu universitas dengan tingkat penerimaan tertinggi di wilayah itu.
2. Berawal dari Cat, Guru Seni Dihajar Siswanya

Penganiayaan berujung maut yang dilakukan seorang murid SMAN 1 Torjun, HI (170 kepada gurunya, Ahmad Budi Cahyono (26) memunculkan berbagai versi di publik.
Untuk meluruskan hal itu, Polres Sampang menggelar konferensi pers pada Jumat (2/2/2018) malam, di Mapolres Sampang, Jawa Timur.
Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, banyak informasi simpang siur beredar di masyarakat. Bahkan, ada pula pihak yang langsung mempublikasikan kejadian, meski belum mengetahui detail kejadiannya.