Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Adhie Massardi Nyatakan Tolak Ahok Jadi Komut Pertamina, Tuding Kinerja Buruk Sewaktu Gubernur DKI

Meski Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sudah secara resmi ditunjuk Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai Komisaris Utama Pertamina

Editor: Aswin_Lumintang
Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Tanggapan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi soal penunjukan Ahok di Pertamina 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Meski Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sudah secara resmi ditunjuk Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai Komisaris Utama Pertamina, penolakan terus dilakukan sejumlah kelompok yang menolak figur mantan Gubernur DKI Jakarta. 

Puput Nastiti Devi
Puput Nastiti Devi (Kolase Tribun Manado)

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi mempertanyakan keputusan Menteri BUMN Erick Thohir yang menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Adhie Massardi pun menyoroti sejumlah kasus Ahok yang hingga kini belum terselsaikan.

Lantas, Adhie Massardi membandingkan sikap istana saat memilih Staf Khusus Presiden dengan saat menunjuk Ahok di BUMN.

Melalui tayangan YouTube KOMPASTV, Sabtu (22/11/2019), Adhie Massardi menyatakan deretan nama milenial yang menjadi staf khusus presiden mendapat sambutan baik dari publik.

Adhie menyebut dirinya pun menyambut baik nama-nama yang ada di deretan staf khusus presiden.

"Ada dua berita dari istana yang sangat menarik, yang pertama, soal para staf khusus itu kan menentramkan, memberi trust pada publik bahwa ini anak-anak milenial yang punya prestasi bagus," kata Adhie.

"Saya sangat respect lah ini bagus," imbuhnya.

Ia pun menyinggung pernyataan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung terkait penunjukan Ahok di BUMN. 

"Yang kedua soal Pramono Anung, yang di kalimat terakhirnya dia bilang 'Alhamdulillah saya tidak ditanya soal Ahok'," ucap Adhie.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengambil posisi tengkurap. Di belakangnya, Presiden Jokowi, Iriana Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini Soemarno berjalan menuju ke rest area Jalan Tol Semarang - Batang, Kamis (20/12/2018) 
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengambil posisi tengkurap. Di belakangnya, Presiden Jokowi, Iriana Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini Soemarno berjalan menuju ke rest area Jalan Tol Semarang - Batang, Kamis (20/12/2018)  (ISTIMEWA)

Ucapan Pramono Anung itu lah yang menarik perhatian Adhie.

Adhie menyebut penunjukan seorang tokoh di jabatan tertentu seharusnya menimbulkan kepercayaan publik.

"Ketika penunjukan personal yang benar itu menentramkan publik, memberi trust pada publik," jelas Adhie.

"Masalahnya mencemaskan masyarakat bahkan sampai Pramono Anung saja khawatir."

Adhie menduga munculnya suatu permasalahan di BUMN kelak seusai penujukan Ahok.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved