Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Olahraga

Terkait Penganiayaan Suporter, Menpora: Harus Meminta Maaf Secara Resmi Kepada Masyarakat Indonesia

Menterian Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Sadig, meminta maaf lewat media sosial terkait kejadian penganiayaan suporter Indonesia di Malaysia.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menterian Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Sadig, meminta maaf lewat media sosial terkait kejadian penganiayaan suporter Indonesia di Malaysia.

Menanggapi hal ini, Menpora RI, Zainudin Amali, melayangkan kritikan kepada pemerintah Malaysia.

Zainudin Amali mengapresiasi langkah Syed Saddiq yang memohon maaf lewat media sosial, namun, Menpora RI belum mendapat surat resmi dari kementerian Malaysia soal permohonan maaf tersebut.

Oleh karenanya, Zainudin Amali mengatakan bahwa ucapan maaf di Twitter saja tidak cukup.

"Pemerintah Malaysia harus meminta maaf secara resmi kepada masyarakat Indonesia," kata Zainudin Amali dikutip dari laman Antaranews.

Setakat ini, kami masih perlukan semua pihak untuk bantu siasatan yang sedang dijalankan.

Saya akan pastikan keadilan milik semua, tidak kira dari Malaysia atau Indonesia.

Mahfud MD Dukung Ahok jadi Komisaris Pertamina Namun Tolak jadi Presiden dan Menteri

Saya akan pastikan pesalah diheret ke muka pengadilan.

Seperti diketahui, beberapa kali Syed Saddiq mendapat sorotan soal insiden kurang mengenakkan di dunia sepak bola antara Indonesia dengan Malaysia.

Awalnya, Menteri Belia dan Sukan Malaysia itu menganggap penganiayaan suporter sebagai kabar bohong atau hoax.

Beberapa hari kemudian, Syed Saddiq meralatnya dan memohon maaf atas kejadian tersebut.

Kemenpora juga sudah bertindak cepat dengan melayangkan surat resmi untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Selain itu, menuntut penyelesaian secara hukum terhadap pelaku penganiayaan dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Jadi karena kami sudah mengirim surat resmi, semestinya Pemerintah Malaysia juga harus menyampaikan permintaan maaf secara resmi pula," ungkap Zainudin Amali.

Sebagai perbandingan, Zainudin Amali menjelaskan perbedaan tindakan antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia pada konteks yang sama.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved