Sains

Resistensi Antimikroba Jadi Bencana Multisektoral, Ini Pengaruhnya Bagi Manusia dan Hewan

AMR berkaitan dengan kemampuan individu untuk mengobati infeksi serius, dan butuh prosedur medis yang relevan

Resistensi Antimikroba Jadi Bencana Multisektoral, Ini Pengaruhnya Bagi Manusia dan Hewan
SHUTTERSTOCK
Antibiotik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Resistensi Antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) bisa berpengaruh kepada manusia dan hewan sekalipun, sehingga dapat digolongkan menjadi bencana multisektoral.

AMR berkaitan dengan kemampuan individu untuk mengobati infeksi serius, dan butuh prosedur medis yang relevan.

Dokter anak Purnamawati Sujud SpA, mengatakan bahwa resisten terhadap antimikroba dapat menyebabkan kemampuan pulih individu (manusia atau hewan) dari penyakit yang disebabkan oleh mikroba (virus, bakteri, jamur, parasit, protozon) akan sulit dilakukan.

Untuk diketahui, ada dua alasan utama mengapa antimikroba tidak dapat menyembuhkan infeksi.

- Antimikroba bukan pengobatan yang tepat atau telah digunakan secara tidak sesuai.

- Kuman penyebab infeksi telah menjadi resisten terhadap pengobatan, dalam proses yang disebut resistensi antimikroba (AMR).

Setiap kali kita menggunakan antimikroba seperti antibiotik untuk mengobati infeksi pada manusia, hewan dan tanaman, kuman-kuman ini memiliki kesempatan untuk menjadi kebal terhadap pengobatan tersebut.

Akibatnya, antimikroba semakin tidak efektif seiring berjalannya waktu.

AMR telah menyebabkan kegagalan pada pengobatan.

Tanpa antimikroba yang efektif, akan lebih banyak lagi manusia, hewan dan tanaman yang berisiko mati karena infeksi.

Ilustrasi obat-obatan
Ilustrasi obat-obatan(theevening)
Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved