Penculikan Dua Siswi
DUA Siswi Diculik Pengendara Motor, Dibawa ke Toko dan Ditukar Beras 2 Karung, Masih Dikejar Polisi
Dua bocah inisial AP (9) dan MRA (9) yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Kecamatan Mariso, Makassar menjadi korban penculikan.
"Sementara hasil pemeriksaan dari teman korban yang sempat mendengar si anak ini ingin mengganti handphone iPhone X, yah keperluan gaya hidup. Sementara Informasinya begitu," ujarnya, Jumat.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); }); //
Indratmoko menjelaskan, rencana RZ hampir berhasil ketika orangtuanya hendak mentransfer uang Rp 25 juta sebagai uang tebusan ke nomor rekening yang diperlihatkan RZ yang berpura-pura sebagai penculik melalui pesan singkat.
Nomor rekening bank tersebut merupakan nomer rekening karyawan jasa titip di Jakarta yang sudah kenal baik dengan RZ.
Namun, hal itu urung terjadi karena orangtua RZ melaporkan kasus itu ke polisi.
"Yah kita dalami sejauh mana keterlibatannya (pemilik nomor rekening) dia," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, RZ seorang mahasiswi di Makassar diamankan oleh tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar karena berpura-pura menjadi korban penculikan.
RZ yang sengaja tidak muncul beberapa hari tiba-tiba mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp ke orangtuanya bahwa dia telah diculik dengan menggunakan nomor telepon lain.
RZ juga mengirim foto seolah-olah dia sedang disekap di sebuah ruangan dengan posisi mulut dibekap, mata dan kedua tangan tertutup. Setelah melihat foto, orangtua RZ lalu melaporkannya ke Polrestabes Makassar.
Sakit Hati Si Ibu Punya Akun Sosmed Tanpa Izin, Warga Palu Culik dan Aniaya Anak Tirinya
Seorang warga Jl Sungai Palayua, Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, nekat menculik dan menganiaya anak tirinya sendiri.
Pria berinisial DH (45) itu, menculik, RS yang masih berusia 15 tahun.
Penculikan itu dilakukannya karena merasa sakit hati kepada orang tua korban.
"Pelaku mengaku sakit hati karena ibu korban punya akun media sosial tanpa sepengetahuan tersangka," ujar Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, Kamis (13/6/2019).
Kata Didik, kasus penculikan diketahui sejak ibu korban, Dian Andriani datang melapor pada Sabtu (11/5/2019) lalu.
Sebumnya, tersangka mengajak korban ikut dengannya ke Kalimantan Timur, Rabu (8/5/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-penculikan-anak-35634.jpg)