Raker Komisi III DPR RI

Kapolri Bandingkan Kasus Novel Baswedan dengan Kasus Perampokan Pulomas dan Mahasiswa UI

Berbicara tentang kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK, Novel Baswedan, Kapolri Jenderal Idham Aziz mencoba membandingkan pengungkapan

Kapolri Bandingkan Kasus Novel Baswedan dengan Kasus Perampokan Pulomas dan Mahasiswa UI
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mendagri Tito Karnavian (kanan) menyalami Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kiri) usai penyematan tanda pangkat dalam rangkaian upacara pelantikan Kapolri di Istana Negara, Jumat (1/11/2019). Idham Azis dilantik menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Mendagri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Berbicara tentang kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK, Novel Baswedan, Kapolri Jenderal Idham Aziz mencoba membandingkan pengungkapan dengan kasus perampokan Pulomas 26 Desember 2016 lalu, dapat diungkap dengan mudah karena pelaku dikenali melalui CCTV.

Kolase foto Novel Baswedan dan Kapolri Idham Azis
Kolase foto Novel Baswedan dan Kapolri Idham Azis ((TribunNewsmaker.com Kolase/ ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/MUHAMMAD ADIMAJA))

Sebaliknya ada kasus yang sulit diungkap dengan membutuhkan waktu yang lama seperti kasus pembunuhan mahasiswa UI di danau UI pada tahun 2015. Meskipun sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 28 saksi dan menyita barang bukti namun lebih dari 3,5 tahun belum terungkap.

Pada kesempatan itu, Kapolri Jenderal Idham Aziz dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (20/11/219), memastikan pihaknya serius menangani kasus Novel Baswedan.

Dalam rapat tersebut Idham memaparkan soal perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras kepada

senior KPK, Novel Baswedan.

Trimedya Minta Kapolri Kurusin Kapolda dan Kapolres yang Perut Buncit, Lihat Perut Pak Kapolri

Tim Advokasi Harap Jokowi Sikapi Perppu KPK, Singggung Komitmen Berantas Korupsi

Ketua KPK Agus Rahardjo tak Tahu Kedatangan Ustaz UAS, Instruksikan Periksa Pegawai yang Datangkan

Idham mengatakan saat ini kasus tersebut sedang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya. Polri menurut Idham sudah bekerja dengan maksimal, diantaranya memeriksa 73 saksi dan 78 CCTV.

"Serta berkoordinasi dengan AFP (Australia Federal Police) untuk memeriksa CCTV tersebut," katanya.

Selain itu dalam melakukan penyelidikan,Polri juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga eksternal. Diantaranya yakni Kompolnas, Komnas HAM, KPK, Ombudsman, serta pakar profesional.

"Sudah dilakukan juga pemeriksan daftar tamu hotel, serta kontrakan dan kamar kos sekitar TKP pemeriksaan terhadap 114 toko kimia yang berada dinradius 1 kilometer dari TKP," katanya.

Calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Komjen. Pol. Idham Azis saat mengikuti Rapat Paripurna DPR RI Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Rapat Paripurna DPR tersebut menetapkan dan menyetujui Komjen. Pol. Idham Azis menjadi Kapolri (Kepala Polisi Republik Indonesia) usai mengikuti uji Kelayakan dan Kepatutan.
Calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Komjen. Pol. Idham Azis saat mengikuti Rapat Paripurna DPR RI Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Rapat Paripurna DPR tersebut menetapkan dan menyetujui Komjen. Pol. Idham Azis menjadi Kapolri (Kepala Polisi Republik Indonesia) usai mengikuti uji Kelayakan dan Kepatutan. (Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA))

Selain itu menurutnya, Polri juga sudah merekonstruksi wajah pelaku. Polri sudah memeriksa tiga orang saksi yang dicurigais sebagai pelaku. Namun menurutnya hasilnya tidak terbukti.

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved