Begini Alasan DPR Akan Bubarkan BNN dan BNPT

Anggota Komisi III DPR fraksi partai Golkar Supriansa menyoroti beberapa aksi teror yang terjadi di Indonesia

Begini Alasan DPR Akan Bubarkan BNN dan BNPT
Tribun Kaltim - Tribunnews.com
Anggota DPR RI 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR fraksi partai Golkar Supriansa menyoroti beberapa aksi teror yang terjadi di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR bersama Kepala BNPT Suhardi Alius, Kamis (21/11).

Masa Jabatan Presiden Cukup 1 Periode: Ini Respons DPR

Menurutnya, BNPT telah kecolongan atas beberapa aksi teror yang terjadi berupa ledakan bom, penusukan dan lain sebagainya. Lantas, ia mempertanyakan kepada Suhardi Alius apakah masih perlu mempertahankan BNPT.

"Saya melihat deteksi dini yang telah dilakukan oleh BNPT menurut pengamatan saya ini kecolongan karena tidak pernah diprediksi sama sekali. Setelah Pak Wiranto di Pandeglang, muncul di Sumatera Utara berarti ini kecolongan menurut saya karena tidak deteksi dari awal," kata Supriansa.

"Kalau begitu, saya mau bertanya kepada bapak, yang menjawab adalah bapak berdasarkan analisa bapak sendiri, masih perlukah kita pertahankan BNPT dengan adanya ledakan-ledakan yang terjadi yang menurut saya telah terjadi kecolongan kita ini semuanya," tambahnya.

Lebih lanjut, Supriansa khawatir aksi teror akan berlanjut karena tidak adanya deteksi dini oleh BNPT. Ia mengatakan BNPT merupakan lembaga terdepan yang menyusun strategi menanggulangi terorisme.

"Yang saya khawatirkan setelah kantor polisi (Mapolrestabes Medan) ini maka akan muncul lagi ke daerah-daerah timur di sana seperti yang telah digambarkan tadi bapak kepala BNPT bahwa beberapa daerah menjadi target-target mereka," katanya.

Mus Lawan Polisi Dengan Pisau Saat Hendak Ditangkap

Anggota Komisi III DPR RI juga mencecar Kepala BNPT Suhardi Alius terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia. Wakil Ketua Komisi III DPR fraksi partai Golkar Adies Kadir menyoroti pencegahan terorisme yang dilakukan BNPT.

Adies heran penanganan dilakukan setelah ada aksi teror. "Ini kan jadi pertanyaan pak, kenapa bunyi dulu baru dikejar? Tunggu korban dulu, kenapa kok ada korban dulu baru dikejar?," kata Adies.

Kemudian, Adies menyinggung kejadian aksi penusukan yang menimpa mantan Menko Polhukam Wiranto. Adies kembali mempertanyakan kinerja pencegahan terorisme yang dilakukan BNPT.

"Bahkan ada yang barusan itu dengan pejabat, sudah dekat-dekat di situ, berarti tahu nih orang nih, dekat-dekat dengan aparat, terus tiba-tiba dibiarkan dan terjadilah teror tersebut. Ini di mana letak pencegahannya itu Pak?," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved