Adik Tetty Mendaftar Cabup di Golkar, Olly Singgung Figur Calon Wali Kota Manado
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar di Sulawesi Utara selesai menjaring bakal calon bupati dan wali kota
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Informasi diperoleh tribunmanado.co.id yakni Andrei Angouw Ketua DPRD Sulut. James Sumendap Bupati Minahasa Tenggara. Roy Roring Bupati Minahasa, Richard Sualang Anggota DPRD Sulut. Ada juga Aaltje Dondokambey Ketua DPRD Manado dan Hangky Arther Gerungan pengusaha Sulut.
Tak kalah panas Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020. Pesta demokrasi ini diyakini akan jadi ajang perang parpol besar. Pengamat politik dari Universitas Sam Ratulangi, Dr Ferry Liando mengatakan, hingga kini, praktis baru PDIP yang paling siap berkompetisi pada pilgub. Katanya, PDIP tidak akan lagi melalui mekanisme penjaringan bakal calon karena mereka sudah mantap dengan mencalonkan kembali Olly Dondokambey.
Kemudian, Pak Olly sepertinya tidak lagi membutuhkan energi besar siapa calon pendampingnya. "Sebab keeratan dan kecocokan dengan Steven Kandouw, sepertinya Pak Olly tak punya pilihan lain," ujar Ketua Jurusan Pemerintahan FISIP Unsrat Manado ini, Senin kemarin.
PDIP pun dianggap satu-satunya partai yang paling siap menghadapi pilkada nanti. PDIP masih dianggap sebagai parpol yang paling solid dan sangat kuat dari aspek kelembagan parpol. Namun demikian bukan berarti PDIP bukan tanpa tantangan. "Masih ada kekuatan politik lain yang dianggap mampu menyaingi kekuatan PDIP," ujar Liando.
Dibanding parpol yang lain, sepertinya Golkar yang layak ditempatkan pada posisi yang paling atas sebagai ‘pengganggu’ hegemoni PDIP. Kata Liando, jika Golkar solid, maka Golkar bisa menjadi rival yang seimbang dengan PDIP. Namun demikian hal yang harus dilakukan Golkat saat ini adalah mempersatukan kembali friksi-frikis yang masih berkecamuk dalam internal Golkar.
Gejolak elite Golkar seiring makin dekatnya Musyawarah Nasional (Munas) Golkar nanti. Hasil munas akan berimbas juga di daerah termasuk di Sulut. Itu juga pernah terjadi pada 5 tahun lalu. Imbasnya, Tetty tidak diusung Partai Golkar di Minsel tapi diusung oleh PDIP. "Peristiwa 5 tahun lalu berpotensi akan terjadi lagi. Partai Golkar Sulut harus mewaspadai ini," katanya.
Hanya saja, sejauh ini cuma untuk gambaran sementara, baru Tetty Paruntu yang dianggap sanggup mengganggu kekuatan PDIP saat ini. "Bisa jadi kekuatan akan berubah sebab pergerakan politik sangat dinamis dsn bisa berubah setiap saat. Kendatipun dalam hitungan menit," ujar Liando.
Mesin Partai, Populer dan Finansial
Alfons Kimbal, Pengamat Politik dari Unsrat mengatakan, Golkar bakal jadi lawan serius PDIP di Pilkada Serentak 2020. Persyaratannya, Golkar harus mampu, berkoalisi dengan partai politik yang besar serta mempunyai mesin partai kuat, mencari figur popularitas dan kekuatan finansial.
Jika hal itu dimiliki Golkar, maka pasti menjadi lawan serius untuk PDIP pada pilgub dan pilkada 2020. Kekuatan PDIP di delapan daerah yang melaksanakan pemilihan bakal membawa mereka menang.
Karena kekuatan PDIP berada pada birokrasi, finansial dan mesin partai tertata baik mulai dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Harus diingat lawan yang dihadapi Olly Dondokambey yang merupakan gubernur.
Partai politik yang nantinya bakal menjadi lawan PDIP harus mempunyai strategi, agar bisa menang pada pilkada nantinya. Dari 15 kabupaten kota di Sulut, hampir sebagian besar kepala daerah berasal dari PDIP. Sedangkan Golkar hanya memiliki dua daerah Sangihe dan Minahasa Selatan (Minsel).
Ke depan, Tetty Paruntu sebagai Ketua Golkar Sulut, harus mampu melihat hal tersebut, jika ingin menang pada pilgub dan pilkada. Siapapun lawan PDIP harus all out. Sebab lawan yang dihadapi rata-rata petahana di kabupaten/kota maupun Provinsi Sulut. (dru/ana/ndo/ryo/ven)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/daftar-bacalon-bupati-mep-diantar-ratusan-pendukung.jpg)