Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Turis Sibuk Berfoto saat Merapi Erupsi: Kini Warga Tidak Mudah Panik

Gunung Merapi di Jawa Tengah dan DIY kembali menunjukkan geliatnya. Merapi kembali erupsi dan melontarkan awan panas

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Letusan Gunung Merapi terlihat dari bungker Kaliadem, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/11/2019). Gunung Merapi meletus pada pukul 10.46 WIB dengan tinggi kolom 1000 meter, status Waspada. 

"Update terakhir pukul 11.30 WIB tadi. Hal tersebut berdasarkan dari informasi dan laporan masyarakat. Dampak dari letusan awan panas tadi, hujan abu turun di Desa Sumber dan Desa Keningar, Kecamatan Dukun," kata Edy.

Meski terjadi erupsi lagi dan awan panas setinggi 1.000 meter, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengimbau warga tetap tenang dan waspada serta terus mengikuti perkembangan informasi aktivitas Gunung Merapi dari sumber terpercaya.

Luncuran awan panas terjadi menurut BPPTKG karena ada material kubah lava yang ikut terbongkar. Selain itu, disampaikannya potensi bahaya saat ini masih sama yakni awan panas.

"Potensi bahaya saat ini masih sama yaitu berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif," tulis petugas dari BPPTKG. Selain itu masih adanya suplai magma yang ditandai adanya gempa vulkanik dan adanya akumulasi gas.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadinya letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan DIY Pukul 10.46 WIB dengan tinggi kolom asap 1000 meter ke arah barat. Letusan kali ini terjadi selama 155 detik dengan amplitudo maksimal 70 mm.

Terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan berdasarkan pantauan Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) situasi di lapangan aman terkendali. "Berdasar pantauan Pusdalops BNPB situasi di lapangan aman terkendali dan tidak ada dampak yang berarti," kata Agus.

Baim Wong Ibah dengar Pengakuan Mantan Satpam yang Curi Motor: Saat Itu Kelihatannya Tulus

Untuk itu, Agus mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)."Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti rekomendasi dari PVMBG," kata Agus.

Kepala PVMBG Kasbani menjelaskan terdapat lima rekomendasi dari pihaknya terkait letusan Gunung Merapi tersebut. Pertama adalah potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Kedua, area dalam radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. "Tidak ada peningkatan status. Masih level 2, waspada dengan daerah bahaya dalam  radius 3 Km dari puncak," kata Kasbani.

Ketiga, masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif. "Keempat, masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi," kata Kasbani.

Terakhir, informasi aktivitas GunungMerapi dapat diakses melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz, melalui telepon (0274) 514180/514192, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, dan media sosial BPPTKG (facebook: infobpptkg, twiter: @bpptkg).

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko, mengungkapkan situasi terkini terkait sebaran debu vulkanik dari letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan DIY sebaran debu vulkanik sudah tidak terdeteksi lagi pada Satelit Cuaca Himawari sejak pukul 13.00 WIB. "Sebaran debu vulkanik sudah tidak terdeteksi atau dengan kata lain kondisinya sudah clear," kata Hary.

Bandara Aman

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan operasional penerbangan di Bandara Adisutjipto (JOG) dan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA) berjalan normal sejak meletusnya Gunung Merapi.

"Melalui ASHTAM (pemberitahuan pada pihak penerbangan mengenai aktivitas gunung berapi) AirNav, tidak terdapat rute dan ketinggian penerbangan yang terpengaruh dan tidak terdapat penutupan penerbangan di wilayah terdampak letusan Gunung Merapi," demikian pernyataan tertulis Kemenhub, Minggu (17/11/2019).

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved