Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Turis Sibuk Berfoto saat Merapi Erupsi: Kini Warga Tidak Mudah Panik

Gunung Merapi di Jawa Tengah dan DIY kembali menunjukkan geliatnya. Merapi kembali erupsi dan melontarkan awan panas

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Letusan Gunung Merapi terlihat dari bungker Kaliadem, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/11/2019). Gunung Merapi meletus pada pukul 10.46 WIB dengan tinggi kolom 1000 meter, status Waspada. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Gunung Merapi di Jawa Tengah dan DIY kembali menunjukkan geliatnya. Merapi kembali erupsi dan melontarkan awan panas sejauh 1000 meter.

Kepala Desa Glagaharjo, Suroto saat dihubungi mengatakan bahwa masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Kondisi Gunung Merapi yang sering aktif malah justru membuat masyarakat semakin terbiasa.

Kecewa Vonis Kasus First Travel: Begini Penjelasan Jaksa Agung

"Sampai hari ini warga masyarakat masih tetap aman, artinya belum lari mengungsi. Justru dengan seringnya Gunung Merapi seperti ini, masyarakat tidak berpikir ke erupsi besar. Karena sedikit-sedikit sudah keluar, secara logika masyarakat mikirnya seperti itu," ujarnya.

Namun demikian, pihaknya terus menekankan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Yang dirasakan sekarang adalah ketika ada letusan, masyarakat memang sempat keluar rumah dan turun ke jalan.

Tapi setelah memantau kondisi Gunung Merapi, mereka langsung melanjutkan aktivitas keseharian seperti biasa. "Kami belajar pengalaman dari yang dulu-dulu. Saat ini warga tidak panik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat, Dardiri mengatakan Gunung Merapi aktif di jam wisatawan banyak yang berkunjung. Dengan kondisi seperti ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengabadikan moment aktivitas Merapi.

"Driver juga tidak panik, tetap santai dan mengajak wisatawan untuk turun. Tapi dengan kondisi seperti ini justru dimanfaatkan untuk mendapatkan momen dengan berfoto. Tentu di jarak yang aman," jelasnya.

Adapun wisata jeep jangkauan tertingginya sampai di bunker yang jaraknya 5,5 km dari puncak Gunung Merapi. Jarak itu masih di luar kawasan rawan bencana yakni 3 km.

Bahkan menurutnya, dengan kondisi Gunung Merapi membuat wisata jeep semakin populer. Dari pantauannya, 800 jeep masih terus beroperasi tiap harinya. Jika diasumsikan setiap jeep dalam sehari melakukan perjalanan sekali dengan empat tamu, maka dalam seminggu sudah ada 22 ribu lebih kunjungan wisatawan.

"Setiap driver juga dibekali HT, jadi setiap ada aktivitas Merapi kita bisa saling memantau perkembangan," paparnya.

Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Sleman, Makwan menjelaskan usai letusan pagi itu, tidak terpantau hujan abu di wilayah Sleman, khususnya di wilayah lereng Merapi seperti di Cangkringan dan Turi.

Batik Air Mendarat Darurat: KNKT Selidiki Pilot Pingsan

Warga pun tetap tenang dalam merespon kondisi Gunung Merapi pagi itu. "Kaliurang juga akvitias seperti biasa, tenang dan tidak terpantau abu vulkanik," jelasnya.

Hujan Abu

Hujan abu turun akibat letusan Gunung Merapi terjadi di dua desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yakni, Desa Sumber dan Keningar. Hujan abu turun secara tipis dan jangka waktu yang singkat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan meski turun hujan abu, aktivitas masyarakat tetap berjalan normal seperti biasanya. Tidak ada dampak yang signifikan akibat hujan abu tersebut.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved