Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelaku Bom Medan Latihan Berkuda dan Memanah di Tanah Karo, 2 Rekannya Ditembak Mati

Sebelum menyerang Polrestabes Medan, RMN berlatih dulu dengan jaringannya di Tanah Karo. Dua rekan RMN ditembak mati karena menyerang polisi.

Editor: Sigit Sugiharto
KOMPAS.COM/DEWANTORO
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, hingga kini sudah 23 tersangka diamankan tim gabungan dari Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan dan dibantu tim Densus 88 Mabes Polri. Dua orang di antaranya menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak pada Minggu (17/11/2019).(KOMPAS.COM/DEWANTORO) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernyataan Ridwan Habib bahwa pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan bukanlah The Lone Wolf, benar adanya. 

Sebab, Rabbial Muslim Nasution alias RMN (24), warga Kel Sei Putih Barat, Kec Medan Petisah, Kota Medan, yang tewas meledakkan diri di markas polisi itu ternyata memang tidak bekerja seorang diri.

RMN adalah bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke ISIS.

Mereka adalah pasukan terlatih yang kemungkinan unjuk kekuatan usai kematian Abubakar Al Baghdadi

"Pasti ada partnernya, setidaknya yang membantu dia merakit bom," ujar peneliti dari UI itu kepada Tribun Manado, awal pekan lalu.

Sebagaima dikutip Kompas.com, Sabtu (16/11/2019) Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan direncanakan matang.

Densus vs Teroris: Detik-detik Terduga Pelaku Ditembak Mati karena Tikam Petugas

Jaringan yang berbaiat langsung kepada ISIS ini sempat berlatih dulu sebelum melancarkan serangan.

Enam orang teroris ditangkap di sarang yang diduga menjadi tempat latihan mereka di kebun karet di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kampar, Riau.

Sementara 23 tersangka bom Medan berlatih berkuda dan memanah di daerah Tanah Karo.

Polisi menemukan bahan-bahan bom low explosive, senpi rakitan, senjata tajam, panah, dan senapan angin di sini.

Dari temuan itu, kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Senin (18/11/2019), tampak bahwa mereka memang sudah mempersiapkan diri dengan matang, sebelum menyerang. "Artinya mereka memang dilatih," ujarnya.

Usai serangan di Polrestabes Medan, Densus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menangkap 46 terduga teroris.

Hal ini diungkapkan Kabiro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo via konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Mereka, kata Dedi, ditangkap di berbagai tempat, antara lain 4 di Banten, 3 Jakarta, 9 Jateng, 6 Jabar, dan 1 diKaltim.

Terkait bom Medan sendiri, polisi menetapkan 23 tersangka.

Pria 31 Yang Ditangkap Densus 88 Ternyata Menantu Eks Napi Teroris Yang Sembunyikan Noordin M Top

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved