NEWS

Kecurigaan Seorang Profesor Terhadap Pemerintah Soal Kepulangan Habib Rizieq Shihab, Lihat Video

Video tayangan seornag profesor yang menjelaskan kecurigaannya terhadap pemerintah soal kepulangan Habib Rizieq Shihab.

Kecurigaan Seorang Profesor Terhadap Pemerintah Soal Kepulangan Habib Rizieq Shihab, Lihat Video
Youtube Talk Show tvOne
Profesor Musni Umar menduga pemerintah sengaja tak tuntaskan kasus kepulangan Habib Rizieq Shihab yang tak bisa kembali ke Indonesia 

"Jangan kita ambangkan masalah ini," tegasnya.

Ia mengatakan semakin kasus Habib Rizieq berlalu, akan semakin kisruh bangsa Indonesia.

Padahal menurut dia kasus kepulangan Habib Rizieq seharusnya sudah bisa selesai.

"Semakin kita mengambangkan, kita kemudian ribut, kisruh dengan masalah yang seharusnya sudah selesai," jelasnya.

Video dapat dilihat menit 20.30:

Ketum HRS Center Abdul Chair Sebut Ada Alasan Politik Dibalik Kepulangan Habib Rizieq

Pimpinan Front Pembela Islam, Habib Rizieq dikabarkan mendapatkan pencekalan hingga tak bisa pulang dari Arab Saudi.

Ketua Umum HRS Center, Abdul Chair menilai ada sangkut paut kepentingan politik dalam kasus itu.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Talk Show tvOne pada Kamis (14/12/2019), Abdul Chair bertanya-tanya siapa yang meminta Habib Rizieq untuk tetap bertahan di Arab Saudi.

"Apakah benar Habib Rizieq dicegah keluar dalam hal apa dan siapa yang meminta itu," ujar Abdul Chair.

Abdul Chair menduga, hal itu ada kepentingan politik yang bekerja sama dengan intelejen untuk mencekal Habib Rizieq.

"Ternyata ini ada pendekatan-pendekatan intelejen politik dalam perspektif politik kekuasaan."

"Bertemunya kepentingan politik dengan intelejen negara itu ada korelasi," ujar Abdul Chair.

Dirinya menegaskan tidak menuduh, namun ia yakin ada kepentingan politik kekuasaan yang membuat Habib Rizieq tak bisa pulang.

"Lah saya tidak menuduh, dalam diskursus politik kekuasaan ada pertemuan antara kepentingan politik dengan intelejen negara," ujarnya.

Menurut Abdul Chair, penguasa kini tengah membatasi ruang gerak lawan politiknya, yakni Habib Rizieq.

"Kemudian yang dinamakan dengan intelejen dalam hal ini intelejen politik menempatkan seseorang yang dianggap lawan politik itu dalam kondisi yang dibatasi hak-haknya."

"Dalam hal ini misalnya Habib Rizieq dibatasi ruang geraknya untuk tidak bisa kembali ke tanah air," terang Abdul Chair.

Saat ditanya presenter apa untungnya membatasi ruang gerak Habib Rizieq, Abdul Chair menduga ada kaitannya dengan Pemilihan Presiden yang lalu.

"Loh untungnya ini perspektif kepentingan politik tadi, ini tidak dapat dilepaskan dalam kepentingan Pilpres yang lalu," katanya.

Meski menduga ada kaitannya dengan Pilpres, Abdul Chair masih belum tahu mengapa Habib Rizieq dicekal meski perebutan kursi kekuasaan sudah selesai diselenggarakan.

"Nah sekarang Pilpres sudah selesai mengapa status Habib Rizieq ini tidak ada tanggung jawab negara? Satu setengah tahun lebih posisi Habib Rizieq dalam keadaan tidak bisa meninggalkan wilayah Arab Saudi," ujarnya.

Tonton videonya mulai menit ke-4:35:

(TribunWow.com/Anung Malik/Mariah Gipty)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Prof Musni Duga Pemerintah Sengaja Abaikan Habib Rizieq: Kisruh Masalah yang Harusnya Sudah Selesai

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved