RHK GMIM Jumat 15 November 2019
RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Ketaatan yang Utuh
SEPULUH Hukum dalam Perjanjian Lama (PL), telah digenapi oleh Tuhan Yesus dalam satu hukum, yakni Hukum Kasih (PB).
Yakobus 2:10-11
SEPULUH Hukum dalam Perjanjian Lama (PL), telah digenapi oleh Tuhan Yesus dalam satu hukum, yakni Hukum Kasih (PB). Meski hanya satu kata (Kasih), tapi makna dan turunannya sangat kompleks, holostik (menyeluruh), hakiki (mendasar), fleksibel dan kotemporer (tak terbatas waktu) sampai kekal. Tetap cocok dan _up to date_ untuk semua orang di sepanjang masa. Termasuk di zaman now.
Meski terkesan sederhana, tapi ruang lingkup hukum kasih tiada terbatas. Sangat luas. Bisa mengatur sampai sendi kehidupan yang paling pribadi, hakili dan masyarakat secara luas di seanteru jagad raya ini. Hukum Kasih bisa menjadi pandu yang baik bagi kehidupan umat manusia untuk menikmati bahagia, sejahtera dan sukacita selamanya di dalam Tuhan.
Karena itu, hukum Kasih atau Kasih itu sendiri tidak bisa dilakukan secara parsial. Kasih tidak bisa hanya dilakukan untuk kelompok orang atau pribadi orang tertentu saja. Tapi harus diberlakukan menyeluruh dan merata kepada semua orang tanpa batas.
Kasih juga tidak berdiri
sendiri. Orang yang membenci saudaranya, tidak memiliki kasih. Orang yang mencuri, membunuh dan melakukan kejahatan lain sekecil dan sebesar apapun, tidak memiliki kasih. Jadi, siapapun yang memiliki Kasih, pasti tidak melakukan hal jahat atau dosa sekecil apapun, sekalipun tidak diketahui oleh manusia. Tapi Allah mengetahuinya.
Dosa sekecil dan sebesar apapun adalah tanda ketiadaan kasih. Jadi, kita melaksanakan kasih tapi melakukan dosa sekecil apapun, kita telah berdosa dan melakukan pelanggaran terhadap hukum Tuhan atau telah bersalah terhadap seluruhnya
Demikianlah firman Tuhan hari ini.
"Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya." (ay 10)_
Orang yang memiliki Kasih adalah musuh dosa. Dosa, tidak ada pada diri seorang yang memiliki kasih yang benar. Sebab dosa adalah musuh orang yang hidupnya penuh Kasih. Yang ada adalah doa yang diwujudkan dalam tindakan Kasih. batas dan tanpa balsanan apapun.
Ketaatan kita pada hukum Allah adalah ketaatan yang utuh, menyeluruh tanpa batas dan tak berharap balas.
Jika kamu mengasihi seseorang, tapi membenci yang lain karena telah menyakiti hatimu, itu melanggar hukum Tuhan. Kasihilah sesamamu meskipun kamu dibenci.
Jangan mengasihi karena kita dikasihi, tapi kasihilah meski dihina dan dibenci. Justeru di situlah nilai Kekristenan kita yakni mewujudkan kasih tanpa balas dan tanpa batas.
Itulah hukum Tuhan yang harus kita taati. Kalau kita mengaku sebagai Pengikut Kristus, maka ikuti dan lakukanlah hukum Tuhan ini dalam hidup sehari-hari secara utuh dan menyeluruh.
Sebagai Anak Allah atau orang percaya kepada Kristus, kita harus jauh dari dosa. Hiduplah dalam kasih. Sebab hidup dalam kasih itu berarti hidup benar dan selalu berbuat baik. Tidak mengecewakan sesama, apalagi mengecewakan Tuhan.
Jadi, sebagai keluarga Kristen, marilah kita membawa seisi rumah kita untuk mewujudkan Hukum Kasih secara utuh dan menyeluruh.
Jauhkanlah keluarga kita dari dosa. Jadikanlah dosa sebagai musuh bersamakita dan keluarga. Biarlah kita menjadi keluarga Kristen yang terus mewukudkan Kasih Allah dalam hidup kita di setiap waktu dan tempat serta kepada siapapun, sehingga nama Tuhan dimuliakan. Amin
DOA: Tuhan Yesus, tolonglah kami agar selalu mewujudkan kasih secara utuh dan menyeluruh dalam hidup kami sekarang sampai selamanya. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/alkitab_20170904_204400.jpg)