Polemik APBD DKI

William: APBD DKI 2020 Bisa Defisit Rp 10, 7 Triliun, Anies Akui Tak Masuk Akal, Janji Ubah

Polemik yang ditebar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait Rencana APBD 2020 terus menjadi bola liar yang sulit dikendali lagi.

William: APBD DKI 2020 Bisa Defisit Rp 10, 7 Triliun, Anies Akui Tak Masuk Akal, Janji Ubah
Tangkapan Layar YouTube Najwa Shihab
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya meminta Anies Baswedan pindah Korea Utara jika tak kebal terhadap kegaduhan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Polemik yang ditebar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait Rencana APBD 2020 terus menjadi bola liar yang sulit dikendali lagi. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun tampaknya telah pasrah dengan opini yang berkembang.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, mempertanyakan anggaran lem merek Aibon untuk murid sekolah di APBD DKI Jakarta sebesar Rp 82,8 miliar.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, mempertanyakan anggaran lem merek Aibon untuk murid sekolah di APBD DKI Jakarta sebesar Rp 82,8 miliar. (Twitter.com/@willsarana)

Saat melakukan pembahasan Polemik APBD DKI Jakarta 2020, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) WIlliam Aditya Sarana mengatakan dirinya menemukan perbedaan antara pengeluaran dan pendapatan di APBD DKI 2020.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh PSI, William mengatakan total defisit APBD DKI 2020 bisa mencapai angka Rp 10,7 triliun.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Indonesia Lawyers Club, Selasa (12/11/2019), William mengatakan dirinya menemukan kecerobohan dalam pengelolaan anggaran di tingkat eksekutif.

William Aditya Sarana, Anggota DPRD DKI periode 2019 - 2024 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI)"Kami juga ingin mengatakan di sini, bahwa ada keserampangan dalam pengelolaan anggaran di eksekutif," jelas William.

Ia kemudian menjelaskan adanya perbedaan pendapatan APBD saat rapat Badan Anggaran (Banggar) dan sebelum pembahasan.

Berdasarkan temuannya, pendapatan APBD turun dari Rp 95,9 triliun menjadi Rp 89,4 triliun.

"Karena pada bulan Juli eksekutif memberikan APBD sebesar Rp 95,9 triliun, lalu saat rapat pembahasan di Banggar tiba-tiba turun jadi Rp 89,4 triliun," jelas William.

Data penurunan pendapatan tersebut, menurut William juga baru diberikan pada hari pembahasan.

"Dan ini baru diberikan pada hari H," tambahnya.

Siapa William Aditya Sarana? Anggota DPRD DKI Termuda yang Bongkar Anggaran Aibon Rp 82 M
Siapa William Aditya Sarana? Anggota DPRD DKI Termuda yang Bongkar Anggaran Aibon Rp 82 M ((Kolase Tribunnews/Kompas))
Halaman
1234
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved