Putra Bupati Majalengka Ungkap Ada 20 Orang Datang Menyerang, Sebelum Senjata Meletus

"Justru kami itu sebenarnya diserang, selama ini kan berita yang beredar dari pihak pelapor, makanya kami klarifikasi,"

Putra Bupati Majalengka Ungkap Ada 20 Orang Datang Menyerang, Sebelum Senjata Meletus
Shutterstock
Putra Bupati Majalengka Ungkap Ada 20 Orang Datang Menyerang, Sebelum Senjata Meletus 

TRIBUNMANADO.CO. ID - Putra Bupati Majalengka Irfan Nur Alam akhirnya angkat bicara soal penembakan kontraktor Panji Pamungka sandi saat menagih pembayaran.

Lewat juru bicaranya,  Arief Chaidir membenarkan, saat kejadian itu, Irfan Nur Alam berada di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun, disampaikan dia, Irfan datang saat sudah terjadi kerusuhan.

"Justru kami itu sebenarnya diserang, selama ini kan berita yang beredar dari pihak pelapor, makanya kami klarifikasi," ujar Arief, Selasa (12/11/2019).

Arief menceritakan, kejadian bermula saat pukul 23.00 WIB di rumah Irfan Nur Alam, di daerah Cijati, Kabupaten Majalengka.

Saat itu, pihaknya tiba-tiba diserang oleh gerombolan bersenjata tajam yang diduga berjumlah 20 orang.

"Nah pihak yang menyerang itu dipimpin oleh Panji yang menanyakan keberadaan Andi Acong," ucap dia.

Ngeri, Warga Kaget Lihat Kepala Terpisah dari Tubuh Setelah Duel Maut Antara Paman dan Ponakan

Lanjut Arief, saat itu juga pihak Panji menanyakan keberadaan Andi Acong dengan cara yang beringas terkait sisa utang.

Melihat pihaknya diserang, salah satu teman Arief mengabarkan kepada Irfan tentang perisitwa penyerangan itu.

"Kebetulan Irfan sedang berada di Bandung. Irfan kebetulan di perjalanan pulang dari Bandung diberitahu tentang hal itu. Supaya tidak terjadi kegaduhan di Cijati, maka oleh Irfan dijanjikan ketemu di Sakura Cigasong," kata Arief.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved