Simak Wawancara Khusus Kepala BKN: Deteksi Pelamar CNPS yang Radikal

Sulawesi Utara mendapatkan jatah 2.749 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

Simak Wawancara Khusus Kepala BKN: Deteksi Pelamar CNPS yang Radikal
TRIBUN MANADO/FISTEL MUKUAN
Wakiran SH MH 

Test Karakteristik Pribadi (TKP) itu 126, dulunya 143. Test inteligensia umum skornya tetap 80, sementara Tes Wawasan kebangsaan jadi 65. Total 271

Tahun lalu banyak peserta tak lulus karena tak capai passing grade. Bagaimana menentukan passing grade? Apa kemudian menurunkan standar nilai?

Ada pengujian sebelumnya, di seluruh wilayah ada yang mewakili, kemudian jatuh passing grade. Tidak semata-mata menaikan atau menurunkan, tapi melalui uji coba.

Surya Paloh Tampak Diperebutkan, Presiden Jokowi Akui Cemburu dengan Ketua Umum PKS Sohibul Iman

Pasing grade bukan masalah target untuk isi dan tidak terisi, tapi untuk mengukur menyeimbangkan supaya tidak ada gap antara standar kompetensi yang disyaratkan jabatan, dengan kopentensi dimiliki oleh calon pegawai, harus match. Soal tidak terpenuhi (passing grade)itu kebijakan

Bagaimana BKN mendeteksi PNS terpapar paham radikal, dan masalah integritas?

Ada tiga tes yang harus dilalui tes karakteristik pribadi, tes inteligensia dan tes wawasan kebangsaan, integritas dan radikal itu bisa terdeteksi. Intinya ada di dalamnya.

Bagaimana pemerintah menentukan jumlah PNS yang akan direkrut?

Esensinya penetapan kebutuhan, penetapan formasi itu zero growth, atau perekrutan sejumlah PNS yang mencapai batas usia pensiun.

Seperti apa mekanismenya?

Mekanisme begini, untuk menentukan kebutuhan maka di proses dengan analisis kebutuhan. Itu diajukan oleh instansi atau pemda. Sebelum mengajukan kebutuhan PNS, wajib melampirkan analisis kebutuhan ini.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved