Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Menengok Tempat Pembuangan Akhir Sumompo Manado

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo berada sekira 6,8 km dari Kantor Wali Kota Manado ke utara.

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/AJI SASONGKO
Sampah di TPA Ini Menggunung, Sopir Truk Sampah Sebut Masyarakat Tidak Tahu Pisahkan Jenis Sampah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo berada sekira 6,8 km dari Kantor Wali Kota Manado ke utara.

Tempat ini bisa dijangkau menggunakan sepeda motor dengan lama perjalanan sekira 20 menit.

Perjalanan menuju TPA Sumompo relatif lancar karena jalan yang dilalui dalam kondisi yang baik atau tidak rusak.

Jalan yang dilalui naik-turun, meliuk-liuk.

Sekira seratus meter sebelum melalui gapura berwarna biru di dekat TPA, bau busuk perlahan-lahan mulai tercium.

Di kanan dan kiri jalan mulai terlihat tumpukan-tumpukan sampah.

Sampah di TPA Ini Menggunung, Sopir Truk Sampah Sebut Masyarakat Tidak Tahu Pisahkan Jenis Sampah
Sampah di TPA Ini Menggunung, Sopir Truk Sampah Sebut Masyarakat Tidak Tahu Pisahkan Jenis Sampah (TRIBUN MANADO/AJI SASONGKO)

Di sepanjang jalan juga terdapat puluhan truk-truk pengangkut sampah yang terparkir.

Gundukan sampah yang menjulang sekira lebih dari 10 meter menyambut kedatangan tribunmanado.co.id, Senin (11/11/2019) kemarin.

Berbagai jenis sampah, baik organik maupun anorganik bercampur menjadi satu.

Lalat-lalat berterbangan, genangan air yang berasal dari tetesan sampah basah terlihat di beberapa titik.

Tak jarang kami juga melihat tikus yang berlarian ke sana kemari.

Beberapa pekerja terlihat sedang berbincang-bincang di depan kantor TPA Sumompo.

Dari kejauhan terlihat beberapa pemulung yang sedang duduk di bawah pohon.

Kami kemudian masuk lebih dalam ke TPA. Bau busuk semakin tercium. 

Berberapa alat berat tergeletak di dekat bangunan yang berada di area dalam TPA.

Bagian-bagian alat itu sudah lepas dan berkarat.

Suara hantaman besi terdengar.

Di sana kami melihat orang-orang sedang memperbaiki rantai roda ekskavator yang rusak di bawah terik matahari.

Di sana juga, kami bertemu dengan seorang wanita yang sudah bekerja menjadi pemulung selama 33 tahun yang sedang duduk bersama cucunya.

Dari tempat wanita itu, tumpukan-tumpukan sampah semakin jelas terlihat.

Di lereng tumpukan sampah itu terlihat beberapa orang masih memulung hingga senja tiba.

(Tribunmanado.co.id/Aji Sasongko)

BERITA TERPOPULER :

 Ngeri, Warga Kaget Lihat Kepala Terpisah dari Tubuh Setelah Duel Maut Antara Paman dan Ponakan

 VIDEO Detik-detik Pendeta Meninggal Saat Khotbah: Apa yang Kita Lakukan di Bumi Tercatat di Sana

 Perbedaan Prabowo dan Menhan Pendahulunya saat Tangani Anggaran Pertahanan RI, Terbuka Tertutup

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved