Kenapa Kentut Itu Bau?
Ketika kita kentut, sebenarnya kita mengeluarkan gas seperti nitrogen, oksigen, hidrogen, karbon dioksida, metana, hidrogen sulfida, dan amonia
TRIBUNMANADO.CO.ID - Semua orang pasti pernah kentut.
Kentut adalah proses pelepasan gas usus setelah mencerna makanan.
Gas dapat ditemukan di seluruh saluran pencernaan termasuk perut, usus kecil, usus besar, dan dubur.
Dilansir Health Line, penumpukan gas yang akhirnya membuat kita kentut biasanya berasal dari:
• 7 Manfaat Kunyit yang Diakui Dunia Barat, Bisa Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit
• 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan
• 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh
- Udara, kita semua menelan udara sepanjang hari, termasuk dari minuman berkarbonasi, saat mengunyah, dan tentu saja ketika menghirup udara.
- Pertumbuhan bakteri berlebih di usus kecil, beberapa kondisi dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri, termasuk diabetes tipe 2, penyakit seliaka, penyakit hati, dan penyakit radang usus.
- Karbohidrat yang belum sepenuhnya dicerna, terkadang ada beberapa makanan yang tidak bisa sepenuhnya dicerna oleh enzim di usus kecil. Ketika karbohidrat yang berhasil dicerna sampai ke usus besar, bakteri mengubah sebagian makanan jadi gas hidrogen dan karbon dioksida.
Beberapa gas dapat diserap tubuh.
Namun, jika ada terlalu banyak gas berkumpul di bagian atas usus besar, ini akan memberi tekanan pada dinding usus dan membuat perut juga dada kita sakit.
Inilah yang menyebabkan perut kembung dan akhirnya harus kentut untuk mengeluarkan gas tersebut.
Kenapa kentut bau?
Kebanyakan orang akan malu kalau ketahuan kentut, apalagi jika baunya tercium orang lain.
Ketika kita kentut, sebenarnya kita mengeluarkan gas seperti nitrogen, oksigen, hidrogen, karbon dioksida, metana, hidrogen sulfida, dan amonia.
Dilansir How Stuff Works, hidrogen sulfida dan amonia inilah yang menyebabkan kentut memiliki bau sangat busuk.
Dengan kata lain, tubuh kita "menelan" banyak gas, tapi tidak bisa disimpan terus menerus sehingga harus dikeluarkan. Salah satunya dengan cara kentut.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Kentut Kita Bau?", https://sains.kompas.com/read/2019/11/08/190300923/misteri-tubuh-manusia-kenapa-kentut-kita-bau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kentut-0909.jpg)