Wawancara Eksklusif Menteri Desa: Ada Desa Penduduknya Sudah Tidak Ada
Ditemukan desa tak berpenduduk atau 'desa siluman' tapi mendapat kucuran dana desa sebesar Rp 1 miliar.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Lupa ada beberapa daerah, tapi kebanyakan ada di luar Jawa.
Investigasi lewat pendamping desa?
Bukan investigasi, tapi para pendamping desa melakukan verifikasi apa benar di wilayahnya di sekitarnya ada informasi dan fakta-fakta seperti itu. Nanti kita akan foding ke Kemenkeu dan Kemendagri untuk bahan tambahan dan menjadi bagian dari evaluasi.
Data desa alurnya dari mana sih?
Ya dari pemantiknya yang mengeluarkan id desa kemudian macem-macem dari Kemendagri dan tentu laporan provinsi dan kabupaten.
Kemendes tinggal eksekusi saja karena sudah di verifikasi di Kemendagri?
Ya, dana alokasi desa juga dari Kemenkeu makannya Kemenkeu tahu terutama mengecek laporan. Kita pengawalan di perencanaan dan pelaksanaan dan pelaporan.
Disinggung penggunana dana desa 'pendulum'?
Pendulum, kalau kemarin dana desa itu untuk infrastruktur. Pak Presiden memerintahkan pendulumnya digeser lebih kepada SDM dan ekonomi. Tentu perencaannya yang diubah, skala prioritasnya yang diturunkan di infratruktur bukan berarti tidak ada. Nah infrastruktur pun mendukung SDM.
Misalnya kalau dulu infrastruktur digunakan untuk membangun akses jalan tapi mungkin sekarang sanitasi karena stunting. Karena stunting faktor dominan penyebab stunting karena sanitasi.
Nah bagaimana dana desa dalam infrastruktur ini diarahkan kepada mempercepat penurunan jumlah stunting di Indonesia. Dan target presiden cukup besar dan bagus, harus kita wujudkan tidak boleh harus di bawah rata-rata internasional. (tribun network/ denis setryawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/abdul-halim-iskandar_1.jpg)